Breaking News:

KPAD Kota Bekasi Sarankan Disdik Pertimbangkan Kesiapan Orangtua Sebelum Gelar Belajar Tatap Muka

Ketua KPAD Kota Bekasi Aris Setiawan mengatakan, pihaknya meminta Disdik Kota Bekasi mempertimbangkan kesiapan orangtua dan siswa

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Simulasi belajar tatap muka di SMPN 2 Kota Bekasi, Senin, (3/8/2020). 

"Makanya enggak bisa juga kita mempertimbangkan hak pendidikan tanpa harus mengabaikan hak hidup sehat untuk anak, dua-duanya harus berjalan beriringan dalam isu sekolah tatap muka," tegas dia.

Selain fasilitas sekolah yang disiapkan untuk mengakomodir belajar tatap muka, sekolah juga harus memastikan orangtua dapat dibekali dengan pedoman yang selaras dalam menjalankan protokol kesehatan.

"Kalau di sekolah tatap muka langsung ini partisipasi orangtua harus dilibatkan lebih banyak karena kalau mempertimbangkan keinginan dari sekolah tanpa mempertimbangkan orang tua nanti malah jadi kendala," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Disdik Kota Bekasi berencana menggelar kembali simulasi belajar tatap muka untuk kedua kalinya pada Desember 2020 mendatang.

Dalam simulasi nantinya, siswa dimungkinkan dapat melakukan pembelajaran tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Kita sedang buat pengajuan ke Kementerian (Pendidikan), mekanisme lagi digodok simulasi pembelajaran dalam rangka penilaian akhir semester, kan Desember tuh," kata kepala Disdik Kota Bekasi Inayatullah.

Baca juga: Persib Bandung Tetap Targetkan Juara Liga 1 2020

Baca juga: Polisi Kesulitan Ungkap Kasus Pencuri Sepeda di Masjid Daerah Pondok Gede Bekasi

Pemkot Bekasi sebelumnya juga sempat membuat gebrakan, dengan membuat program sumulasi belajar tatap muka.

Program itu sempat dijalankan selama tiga hari pada 3 - 5 Agustua 2020 lalu, di enam sekolah percontohan atau yang selanjutnya disebut role model.

Tetapi program itu terpaksa dihentikan, desakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terakit belajar jarak jauh (BJJ) harus tetap dijalankan.

Program simulasi belajar tatap muka kedua ini lanjut pria yang akrab disapa Inay, sekaligus sebagai sarana penilaian belajar akhir semester ganjil dan diharapkan dapat berjalan efektif mulai Januari 2020.

"Nanti mulai efektif Januari masuk semester kedua, kalau yang bulan Desember hanya sebatas simulasi saja dalam rangka penilaian akhir semester (satu/ganjil)," tandasnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved