Breaking News:

Pertamina Gandeng ESCO Perkuat dan Kembangkan Energi Terbarukan

Tim eksekutif ESCO juga telah menyatakan minat yang kuat untuk berinvestasi di sektor energi Indonesia dan akan menjadi salah satu mitra strategis

Istimewa
Dari kiri ke kanan: Lawrence Siburian (Corporate Secretary), Michael Weeks (President Direktur PT Esco Indonesia), Nicke Widyawati (Dirut Pertamina), Taufik Hidayat (Preskom PT Esco Indonesia). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pemerintah saat ini menarik lebih banyak investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Berbagai cara, dari pembangunan infrastruktur hingga fasilitas perizinan telah dibenahi agar semakin banyak pelaku usaha dari luar negeri yang berinvestasi di Indonesia.

Salah satunya adalah Uni Emirat Arab (UEA) yang menyatakan keinginannya untuk menjalin kerjasama di Indonesia.

Sebelumnya, Putra Mahkota UEA, Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) menyampaikan kesediaan Pemerintah Uni Emirat Arab menyiapkan dana investasi saat pertemuan bilateral dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Qasr Al Watan, Abu Dhabi, UEA, beberapa waktu lalu.

Salah satu perusahaan asing yang menjajaki peluang investasi di Indonesia adalah Emirates Specialized Contracting & Oilfield Services (ESCO) yang merupakan perusahaan swasta milik Kerajaan (Royal owned) dengan memiliki lebih dari tujuh puluh anak perusahaan dan perusahaan mitra yang mengkhususkan diri dalam minyak dan gas baik di layanan hulu maupun hilir.

Tim eksekutif ESCO juga telah menyatakan minat yang kuat untuk berinvestasi di sektor energi Indonesia dan akan menjadi salah satu mitra strategis Pertamina.

Untuk menyatakan minatnya tersebut, sembilan anggota tim ESCO Indonesia belum lama ini bertemu dengan Direktur Utama (Dirut) Nicke Widyawati membahas kerjasama, dengan fokus pada produksi energi terbarukan yang dapat dimulai pada tahun 2022.

Dewan ESCO Indonesia menyatakan kesediaan untuk memberikan keahlian, teknologi dan dukungan keuangan untuk hulu, pemurnian, manajemen, perdagangan, pasokan, pelatihan dan jasa.

Investasi dari ESCO ditargetkan untuk proyek-proyek yang mencakup pengembangan kilang bio, penyimpanan minyak mentah, bahan bakar dan LPG, serta pasokan energi masa depan, seperti Geothermal dan Hidrogen.

Sementara itu, Lawrence Siburian, Corporate Secretary ESCO Oil & Gas Indonesia, menambahkan, ESCO memasok minyak mentah (crude) dan produk minyak ke mitra terpilih di sejumlah negara dengan kemitraan jangka panjang untuk pasokan produk dan jasa terkait.

Baca juga: Dipanggil Erick Thohir, Ahok Diminta Fokus Benahi Internal Pertamina

Baca juga: Karyawan Swasta Belum Dapat BLT Subsidi Gaji Termin Dua BPJS Ketenagakerjaan? Begini Respon Menaker

ESCO juga bekerja sama dengan Perusahaan Minyak Nasional Nigeria (NNPC), Perusahaan Minyak Libya (LOC), Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) dan Organisasi Negara untuk Pemasaran Minyak (SOMO), serta banyak kilang di kawasan Teluk.

“Ini merupakan peluang besar bagi ESCO Oil Indonesia bersama ESCO UAE untuk berpartisipasi dan bekerjasama dengan Pertamina dalam proyek-proyek migas, serta produksi energi bersih (clean energy) dan terbarukan ke depan," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/11/2020).

Lawrence juga menyebutkan niat untuk menghadirkan talenta kelas dunia ke Indonesia, untuk membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang manajemen, keuangan, merger dan akuisisi, teknologi energi terbarukan DME & LPG.

“Kami berharap kerja sama ini berdampak penting bagi Indonesia dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, yaitu untuk kepentingan jangka panjang bangsa Indonesia,” tutur Lawrence.

 

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved