Heboh Penjemputan dan Nikahan Putri Habib Rizieq, Fahri Hamzah Ungkap Kelemahan Negara: Mereka Rindu

Penjemputan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta oleh banyak pendukungnya, pada Selasa (10/11/2020) membuat heboh.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Wahyu Aji
YouTube TV One
Hadir sebagai narasumber di Kabar Petang TV One, politikus Fahri Hamzah memberikan komentar terkait penjemputan hingga pernikahan putri Habib Rizieq. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Penjemputan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta oleh banyak pendukungnya, pada Selasa (10/11/2020) membuat heboh.

Tak cuma itu, acara pernikahan putri Habib Rizieq pada Sabtu (14/11/2020) juga tak kalah kontroversialnya, karena disebut-sebut dihadiri 10 ribu orang.

TONTON JUGA

Hal tersebut diduga menjadi alasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dipanggil ke Polda Metro Jaya.

Pasalnya acara pernikahan tersebut diduga melanggar Pasal 95 UU Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2018 tentang karantina kesehatan.

Hadir sebagai narasumber di Kabar Petang TV One, politikus Fahri Hamzah memberikan komentarnya.

Menurut Fahri Hamzah kerumunan-kerumunan tersebut terjadi karena kelemahan elite politik Indonesia yang tak mampu melihat sebuah permasalahan secara luas dan mendalam.

Baca juga: Gisella Anastasia Diperiksa 5 Jam, Polisi Buka Suara Terkait Pemeran Wanita di Video Syur yang Viral

TONTON JUGA

"Begini kita Bangsa Indonesia dan juga elite politik, punya kelemahan dalam melihat persoalan," ucap Fahri Hamzah, dikutip TribunJakarta.com dari YouTube TV One, pada Selasa (17/11/2020).

"Punya kelemahan dalam melihat gambar besar sebuah persoalan," imbuhnya.

Fahri Hamzah menjelaskan kerumunan tersebut dapat terjadi, karena para pendukung Habib Rizieq Shihab sangat merasa rindu dengan sang ulama.

Rasa rindu tersebut muncul menurut Fahri Hamzah lantaran pemerintah tak bisa menangangi permasalahan Habib Rizieq Shihab yang tertahan di Arab Saudi selama 3 tahun.

Baca juga: Anies Dipanggil Polda Gara-gara Acara Habib Rizieq, Terancam Denda Rp100 Juta dan 1 Tahun Penjara

"Persoalan kemarin, yang paling penting bukan Covidnya," kata Fahri Hamzah.

"Yang paling penting soal Habibnya, masalah Habib ini tidak diselesaikan,"

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved