Breaking News:

Pemkot Bekasi Usulkan Kenaikan UMK 2021 Naik 3,27 Persen

Pemerintah Kota Bekasi mengusulkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2021 naik sebesar 3,27 persen.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Yusuf / Tribun Jakarta
Aksi unjuk rasa buruh menuntut kenaikan UMK 2021 di depan Kantor Disnaker Kota Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Selasa (17/11/2020). Pemerintah Kota Bekasi mengusulkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2021 naik sebesar 3,27 persen. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota Bekasi mengusulkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2021 naik sebesar 3,27 persen.

Usulan ini keluar melalui rapat Dewan Pengupahan Kota (Depeko) yang digelar hari ini di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Selasa (17/11/2020).

Kepala Disnaker Kota Bekasi Ika Indah Yarti mengatakan usulan kenaikan UMK 2021 ini keluar dari unsur pemerintah yang tergabung dalam Depeko.

Sekedar informasi, Depeko merupakan lembaga yang dibentuk Pemkot Bekasi untuk merumuskan kenaikan upah tiap tahunnya.

Di dalam Depeko, terdapat empat unsur yang menjadi anggota yakni, unsur pekerja, unsur Apindo, unsur pemerintah dan unsur akademisi.

"Kita belum ada angka kesepakatan namun dalam hal ini pemerintah sudah mau menaikan karena satu sisi mengakomodir dalam rangka membuat kondusivitas wilayah," kata Ika saat dijumpai di kantornya.

Ika menjelaskan, angka 3,27 persen ini merupakan jalan tengah yang coba dihadirkan unsur pemerintah agar pembahasan upah berjalan akomodatif.

Untuk diketahui, unsur pekerja dalam pembahasan UMK 2021 menginginkan kenaikan sebesar 13,7 persen.

Sedangkan unsur APINDO menginginkan tidak ada kenaikan upah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved