Breaking News:

Rapat Pembahasan UMK 2021 Kota Bekasi Berlangsung Alot, Buruh Kukuh Kenaikan Upah 13,7 Persen

Rapat pembahasan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2021 di Kota Bekasi berlangsung alot.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Yusuf / Tribun Jakarta
Anggota Depeko,Rudolf saat dijumpai di kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi, Selasa (17/11/2020).  

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Rapat pembahasan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2021 di Kota Bekasi berlangsung alot, unsur buruh kukuh kenaikan upah di angka 13,7 persen.

Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Bekasi, hari ini menggelar rapat pembahasan UMK 2021 di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Dinaker) Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Selasa (17/11/2020).

Anggota Depeko dari unsur pekerja, Rudolf, mengatakan, dinamika rapat berlangsung alot sejak digelar sejak siang pukul 14.00 WIB hingga memasuki malam hari sekira pukul 19.00 WIB.

"Jam 2 lewat 10 dimulai rapat langsung dipimpin oleh ketua Depeko dalam hal ini Bu Kadis, namun dalam perjalanan rapat ini sangat dinamis tarik menarik terkait kenaikan UMK Kota Bekasi tahun 2021," kata Rudolf di kantor Disnaker.

Unsur buruh dalam hal pembahasan UMK 2021, kukuh ingin kenaikan upah sebesar 13,7 persen atau jika dinominalkan sekitar Rp600.000 dari UMK 2020.

Namun usulan itu belum dapat diterima anggota Depeko lain yang terdiri dari unsur Apindo, Pemerintah dan Akademisi.

Unsur Pemerintah selanjutnya mengambil jalan tengah di mana kenaikan UMK 2021 sebesar 3,27 persen, sementara unsur Apindo menginginkan tidak ada kenaikan.

"Kami menolak karena 3,27 persen ketika dikonfersi dari UMK tahun ini (2020) sebesar Rp4.589.708 maka didaptakan kenaikan sebesar Rp150.303," kata Rudolf.

Baca juga: Gara-gara Menyatap Kerupuk, Dua Bocah Ini Keracunan hingga Salah Satunya Meninggal Dunia

Baca juga: Viral Lansia dan Wanita Muda Terciduk Mesum di Bajaj, Saat Digerebek Sudah Tak Bercelana

"Kalau kita bagi 30 hari maka sehari kita dapat 5000 kenaikan (upah), nasi uduk saja enggak dapat 5000, masa iya kenaikan kita 5000 bagaimana berbicara menaikan kesejahteraan karyawan dan pekerja," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved