Breaking News:

Besok, POM TNI Limpahkan Berkas Perkara Kasus Penyerangan Polsek Ciracas ke Oditur Militer

Berkas perkara oknum anggota yang jadi tersangka penyerangan Polsek Ciracas bakal diserahkan ke Oditur Militer. Oditur Militer pihak Penuntut Umum

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Komandan Puspom TNI AD (Danpuspomad), Letjen TNI Dodik Widjanarko. Berkas perkara oknum anggota yang jadi tersangka penyerangan Polsek Ciracas bakal diserahkan ke Oditur Militer. Oditur Militer pihak Penuntut Umum 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Kasus penyerangan Polsek Ciracas pada Sabtu (29/8/2020) yang dilakukan oknum anggota TNI segera bergulir di Pengadilan Militer.

Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen TNI Dodik Widjanarko mengatakan berkas perkara oknum anggota yang jadi tersangka bakal diserahkan ke Oditur Militer.

"Besok (19/11/2020) diserahkan ke Oditur Militer," kata Dodik saat dikonfirmasi di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (18/11/2020).

Oditur Militer yakni pihak Penuntut Umum dalam peradilan militer, dalam kasus Polsek Ciracas berkas dilimpahkan ke Oditur Militer II-07 Jakarta.

Kasus yang membuat 67 oknum anggota TNI dari sejumlah satuan TNI itu diadili di Pengadilan Militer Jakarta yang berlokasi di Kecamatan Cakung.

"Untuk jam (pelimpahan berkas) silakan koordinasi dengan Pomdam Jaya (Polisi Militer Kodam Jayakarta)," ujarnya.

Komandan Puspom TNI AD (Danpuspomad), Letjen TNI Dodik Widjanarko, saat konferensi pers, di Puspomad, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2020).
Komandan Puspom TNI AD (Danpuspomad), Letjen TNI Dodik Widjanarko, saat konferensi pers, di Puspomad, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2020). (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

TribunJakarta.com telah berupaya mengonfirmasi waktu pelimpahan berkas perkara ke Komandan Polisi Militer Kodam Jaya Kolonel Yogaswara.

Tapi hingga berita ditulis upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Yogaswara urung membuahkan hasil.

Penyerangan Polsek Ciracas pada 29 Agustus lalu berawal dari keterangan palsu yang disampaikan satu oknum anggota TNI, Prada MI.

Prada MI yang ikut jadi tersangka mengaku jadi korban pengeroyokan sejumlah warga di kawasan Arundina, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas.

Baca juga: Tes Swab Sebelum Ditanya Pernikahan Putri Rizieq Shihab, Lurah Petamburan Positif Covid-19

Padahal berdasar penyelidikan yang dilakukan POM TNI Prada MI mengalami luka karena kecelakaan tunggal saat berkendara, bukan dikeroyok warga.

Keterangan tersebut menyulut emosi oknum anggota TNI sehingga melakukan pengrusakan di sekitar lokasi Arundina hingga ke Mapolsek Ciracas.

Sejumlah warga yang saat kejadian melintas di sekitar Polsek Ciracas ikut jadi sasaran amuk oknum anggota TNI yang melakukan penyerangan.

Pihak TNI sendiri sudah memberikan ganti rugi kepada seluruh warga yang jadi korban penyerangan, baik kerugian materil hingga korban luka.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved