Breaking News:

Penjaga RPTRA Cabuli Bocah, Rekan Kerja Hingga Pedagang Tertipu Sikap Pelaku

Rekan kerja serta pedagang di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Meruya Utara merasa tertipu dengan sikap Masil (49) selama ini.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Ruang pengelola RPTRA Meruya Utara yang jadi lokasi Masil cabuli bocah laki-laki. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Rekan kerja serta pedagang di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Meruya Utara merasa tertipu dengan sikap Masil (49) selama ini.

Sebab, mereka tak menyangka Masil yang sudah lima tahun bekerja sebagai pekerja honorer di RPTRA Meruya Utara tega mencabuli bocah sesama jenis.

"Orangnya biasa aja sih. Enggak ada perilaku aneh selama ini makanya enggak nyangka," kata Syifa, rekan kerja pelaku di RPTRA Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (18/11/2020).

Masil ditangkap Polsek Kembangan atas laporan ibu dari bocah laki-laki berinisial AA (14) yang sudah lebih dari 20 kali dicabuli Pengelola RPTRA Meruya Utara itu.

Masil melakukan aksi bejatnya itu di ruang pengelola RPTRA yang berukuran sekira 3x3 meter saat RPTRA ditutup selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Karena kan waktu PSBB jam kerja kita cuma sampai jam 10, nah kita dateng bareng pulang bareng. Kejadian ini (pencabulan) sore hari, mungkin waktu dia lagi pantauan sore kan dia rumahnya juga dekat sini," paparnya.

Hal senada disampaikan Reni, pedagang kaki lima yang berjualan di depan RPTRA Meruya Utara.

Selama ini, dia mengenal Masil sebagai orang yang sopan dan ramah.

Tak terlihat sama sekali ada penyimpangan yang dilakukan Masil.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved