POM TNI Rampungkan Berkas Perkara 21 Tersangka Pelaku Perusakan Polsek Ciracas

sejumlah berkas perkara oknum anggota yang jadi tersangka sudah diserahkan ke Oditur Militer.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/Muhammad Rizki Hidayat
Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad), Letjen Dodik Wijanarko, saat konferensi pers, di Mapuspomad, Jakarta Pusat, Kamis (12/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI memastikan proses hukum terhadap oknum anggota TNI pelaku perusakan Polsek Ciracas pada 29 Agustus 2020 lalu berjalan sesuai aturan.

Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Danpuspomad) Letnan Jendral TNI Dodik Widjanarko mengatakan sejumlah berkas perkara oknum anggota yang jadi tersangka sudah diserahkan ke Oditur Militer.

"Penyerahan secara resmi telah dilakukan mendahului saat melaksanakan press release terakhir tanggal 12 November 2020," kata Dodik saat dikonfirmasi di Cakung, Jakarta Timur, Rabu (18/11/2020).

Hingga 18 November 2020 total berkas perkara oknum anggota TNI pelaku penyerangan Polsek Ciracas yang sudah diserahkan Oditur Militer II-07 Jakarta sebanyak 18.

Oditur Militer sendiri merupakan pihak penuntut umum dalam peradilan militer, dalam kasus penyerangan Polsek Ciracas perkara diadili di Pengadilan Militer Jakarta.

"Sisa 3 BP (berkas perkara) akan dikirimkan besok (19/11/2020) ke Odmil (Oditur Militer) dengan proses seperti penyerahan BP lainnya, total 21 BP," ujarnya.

Perihal apakah sidang bakal dimulai secepatnya atau menunggu semua berkas perkara ke-67 oknum anggota TNI yang jadi tersangka lengkap Dodik belum bisa memastikan.

Pasalnya yang berwenang di ranah peradilan merupakan Oditur yang mendakwa para tersangka, sementara POM TNI di ranah penyidikan dan penyelidikan.

"Tanyakan ke Odmil, karena tupoksinya (tugas pokok dan fungsi) mereka," tuturnya.

Sebelumnya perusakan Polsek Ciracas pada 29 Agustus lalu berawal dari keterangan palsu yang disampaikan satu oknum anggota TNI, Prada MI.

Prada MI yang ikut jadi tersangka mengaku jadi korban pengeroyokan sejumlah warga di kawasan Arundina, Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas.

Padahal berdasar penyelidikan yang dilakukan POM TNI Prada MI mengalami luka karena kecelakaan tunggal saat berkendara, bukan dikeroyok warga.

Keterangan tersebut menyulut emosi oknum anggota TNI sehingga melakukan pengrusakan di sekitar lokasi Arundina hingga ke Mapolsek Ciracas.

Sejumlah warga yang saat kejadian melintas di sekitar Polsek Ciracas ikut jadi sasaran amuk oknum anggota TNI yang melakukan penyerangan.

Pihak TNI sendiri sudah memberikan ganti rugi kepada seluruh warga yang jadi korban penyerangan, baik kerugian materil hingga korban luka. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved