Baliho Habib Rizieq

4 Pernyataan Keras Pangdam Jaya ke Habib Rizieq: Baliho, Ancaman Pembubaran hingga Kutip Alquran

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menyampaikan kritik keras terkait sikap Habib Rizieq Shihab dan ormas Front Pembela Islam (FPI).

Editor: Elga H Putra
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Panglima Daerah Komando Militer Jaya/Jayakarta (Pangdam Jaya) TNI AD, Mayjen TNI Dudung Abdurachman (tengah), seusai apel kesiapan bencana dan pilkada serentak, di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020) pagi. 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menyampaikan kritik keras terkait sikap Habib Rizieq Shihab dan ormas Front Pembela Islam (FPI).

Hal tersebut disampaikannya seusai apel pasukan gabungan pengamanan Pilkada Serentak dan penanganan bencana banjir di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020).

Jenderal bintang dua ini melontarkan sejumlah pernyataan keras kepada Rizieq Shihab dan FPI yang dianggapnya telah berbuat kegaduhan.

Setidaknya ada 4 poin keras yang disampaikan Pangdam Jaya.

Berikut 4 poin yang disampaikan Dudung kepada Rizieq Shihab dan FPI.

1. Perintahkan Copot Baliho

Pencopotan baliho dan spanduk bergambar pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang dilakukan oleh anggota TNI pada Jumat (20/11/2020) ternyata dilakukan atas perintah Pangdam Jaya.

Pangdam Jaya Mayjend Dudung Abdurachman mengakui, ia memerintahkan jajarannya untuk mencopot spanduk dan baliho pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

"Ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya," kata Dudung menjawab pertanyaan wartawan seusai apel pasukan di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020).

Dudung menjelaskan, awalnya sejumlah petugas Satpol PP sudah menurunkan baliho yang dipasang tanpa izin itu.

Namun, pihak FPI justru kembali memasang baliho-baliho tersebut. Oleh karena itu, TNI turun tangan.

"Ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau pasang baliho itu udah jelas ada aturannya, ada bayar pajaknya, tempatnya sudah ditentukan. Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, enggak ada itu," kata Dudung.

2. Habib itu seharusnya mengucapkan dan bertindak yang baik

Menurut Pangdam Jaya, sebagai orang yang dianggap habib, maka seharusnya bertindak dan memberi ucapan yang baik.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved