Breaking News:

Anggota Komisi VI DPR Soroti Persoalan MotoGP Indonesia

Anggota Komisi VI DPR Abdul Hakim Bafagih menyoroti persoalan MotoGP Indonesia tahun 2021.

Istimewa/dokumentasi pribadi
Anggota Komisi VI DPR Abdul Hakim Bafagih menyoroti persoalan MotoGP Indonesia tahun 2021. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR Abdul Hakim Bafagih menyoroti persoalan MotoGP Indonesia tahun 2021.

Ia menyebutkan harapan besar Indonesia menjadi tuan rumah MotoGP tampak melemah paska dirilisnya jadwal penyelenggaraan MotoGP tahun 2021. 

Dalam jadwal tersebut, Indonesia masuk sebagai cadangan (reserve date) dan itu pun tergantung dari homologasi yaitu proses pengesahan persyaratan dan spesifikasi sirkuit untuk bisa dikatakan layak menggelar balapan paling bergensi ini.

Penyelenggara MotoGP Indonesia yakni
Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

MGPA adalah anak usaha dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebuah BUMN yang bergerak di bidang pariwisata. 

Dalam setiap kunjungan kerjanya, Abdul Hakim Bafagih selalu mempertanyakan progres pembangunan Sirkuit Mandalika.

“Persiapan penyelenggaraan MotoGP bukan hanya pembangunan sirkuitnya saja, tetapi juga infrastruktur pendukung seperti sarana transportasi, akomodasi, hotel dan lain-lain. Sampai saat ini realisasi investasi juga belum nampak, hotel berbintang yang ada di kawasan Mandalika baru Novotel saja, itu pun sudah ada sebelum Mandalika di tetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Jadi, ini tidak bisa dibilang prestasi ITDC” kata Hakim dalam keterangan tertulis, Jumat (20/11/2020).

Rencana pembuatan sirkuit jalanan MotoGP di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat
Rencana pembuatan sirkuit jalanan MotoGP di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (nugy)

Jika Sirkuit Mandalika gagal menyelenggarakan even balapan tahun 2021, kata Hakim, bukan hanya kekecewaan fans saja yang terjadi. 

Tetapi, kerugian ekonomi khususnya di sektor pariwisata tak dapat dihindarkan. 

Pasalnya, tutur Hakim, dalam penyelenggaraan MotoGP ini ITDC harus membayar licence fee kepada Dorna Sport sebesar 9 juta Euro per seri. 

Halaman
123
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved