Breaking News:

Pernikahan Putri Habib Rizieq

Dihadiri Wagub DKI, Satpol PP Belum Beri Sanksi Kegiatan Rizieq Shihab di Tebet dan Pondok Ranggon

Untuk Maulid Nabi di kawasan Tebet, selain Habib Rizieq, acara itu juga dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakrta Ahmad Riza Patria.

TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota DKI, Senin (16/11/2020). Riza Patria berkomentar mengenai pemanggilan polisi terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait acara Habib Rizieq Shihab di Petamburan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Denda Rp 50 juta diberikan Pemprov DKI kepada Rizieq Shihab lantaran acara pernikahan putri pentolan FPI itu menimbulkan kerumunan dalam jumlah besar.

Meski demikian, ternyata ada dua kegiatan lain yang dihadiri Rizieq Shihab di Jakarta yang menimbulkan kerumunan namun belum disanksi oleh Pemprov DKI.

Dua acara itu ialah Maulid Nabi di Pondok Pesantren Al-Haromain Asy-Syarifain, Pondok Ranggon, Jakarta Timur pada Kamis (12/11/2020) dan acara Maulid Nabi di kawasan Tebet sehari kemudian.

Untuk Maulid Nabi di kawasan Tebet, selain Habib Rizieq, acara itu juga dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakrta Ahmad Riza Patria.

Meski digelar sebelum pernikahan putri Habib Rizieq, nyatanya dua kegiatan itu belum dikenakan sanksi.

Terkait hal ini, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman sebelum menentukan sanksi yang bakal diberikan kepada pihak penyelenggara kegiatan.

Baca juga: Polisi Periksa Kadishub DKI Terkait Penutupan Jalan Saat Pernikahan Putri Rizieq Shihab

Baca juga: Perjuangan Keluarga Cari Didin yang Hilang Tiga Bulan, Pelaku Sempat Ikut Cari ke Hutan

"Itu sedang kami dalami, yang jelas segala pelanggaran protokol kesehatan itu pasti ada sanksi disiplinnya," ucapnya, Jumat (20/11/2020).

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini berkilah, pihaknya tak bisa begitu saja memberi hukuman.

Sebab, sanksi dan hukuman yang diberikan harus mengacu pada aturan yang dibuat terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang masih diterapkan di Ibu Kota.

"Pokoknya semua ketentuan aturan kami terapkan. Semua ada aturannya," ujarnya di Balai Kota DKI.

Untuk itu, Arifin mengingatkan kepada masyarakat untuk tak membuat kegiatan yang bisa menimbulkan kerumunan.

Sebab, hal ini bisa membahayakan keselamatan dan kesehatan warga Jakarta.

"Jadi, pemerintah sudah membuat aturan regulasi dalam rangka memberikan perlindungan pada masyarakat. Jadi, sebaiknya semua yang sudah diatur dalam ketentuan PSBB itu dipatuhi, kita disiplin," tuturnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Jaisy Rahman Tohir
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved