Breaking News:

Peringati Hari Anak Sedunia, Yuk Pahami Pentingnya Partisipasi si Buah Hati

Eglantyne Jebb adalah sosok yang sudah berjuang untuk hak anak sejak Perang Dunia I di tahun 1919. 

TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Sejumlah anak tengah berlatih tarian Betawi di RPTRA Pedongkelan, Cengkareng, Jakarta Barat. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Hari Anak Sedunia diperingati setiap tanggal 20 November untuk mengingatkan kembali kebersamaan, kesadaran internasional untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia.

Pada tahun 1959 Sidang Umum PBB mengadopsi Deklarasi Hak Anak dan tiga puluh tahun kemudian diadopsi menjadi Konvensi Hak Anak.

Organisasi anak Save the Children selalu menganggap naskah deklarasi dan konvensi ini spesial karena pendiri Save the Children, Eglantyne Jebb turut serta menyusun dokumen yang diadopsi hampir seluruh pemerintah di dunia tersebut.

Eglantyne Jebb adalah sosok yang sudah berjuang untuk hak anak sejak Perang Dunia I di tahun 1919. 

Save the Children di Indonesia menginisasi sebuah jaringan anak-anak berusia 15-24 tahun bernama Children and Youth Advisory Network atau CYAN.

FOLLOW JUGA:

Jaringan ini dibentuk untuk memastikan ada partisipasi anak dan orang muda secara serius dan bermakna dalam tata kelola program yang dilaksanakan oleh Save the Children termasuk juga dalam proses pengambilan kebijakan yang dilakukan pemerintah. 

 “Beberapa teman saya sudah bisa mengikuti Musrenbang, namun ada juga teman-teman yang belum bisa mengikutinya karena orang tua mereka masih menganggap hal itu adalah sia-sia. Oleh sebab itu orang tua juga perlu diberikan pemahaman tentang pentingnya partisipasi anak dalam pengambilan kebijakan,” ujar Ichsan (17) dari Palu.

Dalam rangka Hari Anak Universal ini CYAN mengadakan serangkaian kegiatan yang pada puncaknya tanggal 20 November akan dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Bintang Parmawati dimana CYAN akan menyampaikan rekomendasi terkait situasi anak sekarang. 

Rekomendasi yang akan disampaikan salah satunya adalah meminta pemerintah untuk memberikan edukasi kepada orang tua agar memahami tentang partisipasi anak. 

Selain Menteri Bintang, ada juga “meet and greet” dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. (*)

Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved