Breaking News:

Kekurangan Stok Darah, Pemkot Jakarta Pusat Targetkan 1.900 Kantong Per Hari

Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat mengalami kekurangan stok darah saat pandemi Covid-19.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Warga mengikuti donor darah yang digelar di Gedung P3 PAUD, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (25/8/2020). Pemkot Jakarta Pusat mengakui kekurangan stok darah saat pandemi COvid-19. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Pusat mengalami kekurangan stok darah saat pandemi Covid-19.

Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara, mengatakan biasanya per hari PMI mendapat pasokan 1.000 kantong darah untuk didonorkan.

Namun, kurang dari 1.000 kantor darah per hari saat pandemi Covid-19.

"Kami menargetkan 1.900 pendonor dan donor darah per harinya," kata Bayu, Sabtu (21/11/2020).

Dia berharap, warga Jakarta Pusat dapat membantu PMI untuk berperan menolong sesama manusia.

"Untuk warga Jakarta Pusat ayo mendonorkan darahnya. Jangan khawatir karena PMI menerapkan protokol kesehatan," ucap Bayu.

Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Rustam Efendi, mengatakan minimal per harinya dapat 1.000 kantong darah.

"Jika tersedia 1.000 kantong darah, akan kami pasok ke tiap rumah sakit agar stok darah tetap aman," ucapnya, di tempat terpisah.

Baca juga: Terketuk Hati Lihat Kondisi Prihatin Pengemudi Ayla, Pengendara CBR1000RR SP Tolak Ganti Rugi Rumah

Baca juga: Ratusan Pesilat Donor Darah Bersama PMI DKI Jakarta di Kantor Wali Kota Jakarta Barat

Sebelumnya, PMI DKI Jakarta telah mendapat bantuan stok darah dari Pemerintah Kota Jakarta Pusat.

Hampir semua jajaran Pemerintah Kota Jakarta Pusat mendonorkan darahnya beberapa hari lalu.

"Semoga kegiatan tersebut dapat berjalan konsisten," tutup Rustam.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved