Breaking News:

Jazuli Juwaini: Dinamika yang Terjadi di Masyarakat Biar Diselesaikan Otoritas Sipil

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini berharap agar TNI bersikap dan bertindak secara terukur dan proporsional dalam merespon dinamika politik di masyarakat

ISTIMEWA
Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini 

TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini berharap agar TNI bersikap dan bertindak secara terukur dan proporsional dalam merespon dinamika politik di masyarakat.

Dirinya berharap TNI terjebak dalam politik praktis yang mana hal itu menjauhi atau menyimpangi semangat reformasi.

"Reformasi menempatkan TNI sebagai kekuatan pertahanan untuk menjaga kedaulatan wilayah NKRI. Tugas utamanya perang melawan musuh negara yang mengancam kedaulatan, kelompok sparatis, dan kekuatan asing yang mengancam. Sehingga mohon jangan sampai sikap, kata, dan tindakannya terjebak politik praktis menyangkut dinamika politik di dalam masyarakat," kata Jazuli dalam keterangan yang diterima, Minggu (22/11/2020).

Anggota Komisi I DPR ini mengatakan dinamika yang terjadi di masyarakat biar diselesaikan oleh otoritas sipil.

Karena dinamika itu menyangkut rakyat sendiri yang merupakan anak kandung NKRI.

Kalaupun ada pelanggaran ketertiban dan keamanan, ada pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat kepolisian sebagai penegak hukum.

"Menghadapi gejolak dinamika rakyat yang menyampaikan aspirasi, berbeda pendapat dengan pemerintah, atau merasa diperlakukan tidak adil, tidak perlu dengan unjuk kekuatan negara, apalagi kekuatan perang TNI. Ini yang bisa menimbulkan bias persepsi atas tugas pokok dan fungsi TNI sehingga wajar dikritik banyak pihak dari tokoh masyarakat hingga civil society," kata Jazuli.

Ketua Fraksi PKS ini kembali menegaskan tupoksi TNI itu untuk perang, melawan kelompok sparatis, dan menjaga kedaulatan wilayah NKRI dari ancaman kekuatan asing.

Sementara rakyat adalah anak kandung NKRI yang harus dilindungi, didengar, dan diberdayakan.

Menurutnya, meskipun mereka berbeda pendapat, berbeda politik, tapi tidak pernah membangkang apalagi melawan negara (sparatis).

"Menurut kami dinamika politik di masyarakat itu wajar saja. Jangan disikapi berlebihan. Mereka bagian dari rakyat yang seharusnya diajak bicara secara dialogis dari hati ke hati tanpa kecurigaan berlebihan apalagi dilabelisasi. Apalagi mereka juga kerap bersikap tegas terhadap segala ancaman atas NKRI serta terdepan dalam upaya penanggulan bencana. Seharusnya kita optimis bisa saling bersinergi dan bukan saling unjuk gigi," kata Jazuli.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved