Breaking News:

Pertimbangan Protokol Kesehatan, Pospera Tunda Gelar Aksi di Kementerian BUMN

Ketua Umum Pospera Mustar Bona Ventura Manurung dalam keterangannya mengatakan penundaan aksi tersebut karena pertimbangan protokol kesehatan.

Editor: Erik Sinaga
Net via Warta Kota
LBH Pospera menggelar konferensi pers terkait pernyataan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga yang dianggap menghina organisasi tersebut, di Jakarta, Senin (9/11/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM- Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) menunda aksi bersama ke Kementerian BUMN yang seyogianya dilaksanakan pada Senin, (23/11/2020).

Ketua Umum Pospera Mustar Bona Ventura Manurung dalam keterangannya mengatakan penundaan aksi tersebut karena pertimbangan protokol kesehatan.

"Kita memutuskan menunda aksi damai yang rencananya akan kita laksanakan Senin. Kita putuskan final dengan sangat dengan mempertimbangkan protokol kesehatan karena keselamatan masyarakat menjadi prioritas dan pertimbangan kita," kata Mustar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/11/2020).

Kata Mustar, keputusan menunda aksi tersebut diambil setelah mendapat masukan dari berbagai pihak antara lain dokter, aparat keamanan dan Istana.

"Aksi ini tidak batal tapi ditunda sampai keadaan membaik. Ada kemungkinan kita akan lakukan aksi-aksi di kota masing masing dalam beberapa waktu ke depan," ungkapnya.

Menurut dia, aksi tetap dibatalkan walaupun hampir di tiap daerah yang sudah menyiapkan kepergiannya dari makanan, minuman.

"Jadi memang sudah menyiapkan semua hal, spanduk dan lain-lain dan sebetulnya tinggal berangkat. Nah ini yang akan kami komunikasikan dengan teman-teman yang akan berangkat besok untuk menunda," kata dia.

Sebelumnya dikutip dari Kompas.com, Mustar Bona Ventura melaporkan  Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga ke Bareskrim Polri, Senin (16/11/2020).

Pelaporan terkait dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Pospera dan anggotanya.

Laporan diterima dengan nomor LP/B/0647/XI/2020/Bareskrim tanggal 16 November 2020.

Pospera sendiri merupakan salah satu unsur relawan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) di dua pilpres. Beberapa pengurusnya ditunjuk menjadi komisaris di sejumlah BUMN. 

Dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (17/11/2020), Bona membenarkan kalau pihaknya melakukan pelaporan pada Arya Sinulingga ke Mabes Polri.

Laporan Bona Ventura tersebut merupakan buntut pernyataan Arya Sinulingga yang menyebut banyak komisaris dari Prospera yang ditempatkan di BUMN dan menjadi salah satu penyebab kerugian di salah satu grup Whatsapp (WA). 

Baca juga: Anies Baswedan Akui Kasus Covid-19 di Jakarta Meningkat Selama Dua Pekan Terakhir

Baca juga: Lirik dan Chord Lagu Era 90: Lemon Tree - Fools Garden

Baca juga: Viral Video Satu Keluarga Mencuri Kotak Amal Masjid, Terkuak Suami Paksa Istri dan Anak Ikut

"Arya melakukan fitnah secara terang benderang dan sebarkan kebencian, menyerang kehormatan organisasi Pospera. Organisasi ini badan hukum, jadi menurut saya pernyataan Arya Sinulingga memenuhi unsur Pasal 27 dan 28 UU ITE, karena menyebar di grup WA," tegas Bona Ventura. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved