Breaking News:

Sah! Gubernur Jabar Ridwan Kamil Putuskan UMK 2021 Kota Bekasi Naik, Ini Nilainya

Ini jumlah UMK 2021 di Kota Bekasi yang diteken Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat meninjau simulasi pemberian vaksin Covid-19 di Puskesmas Tapos, Kota Depok, Kamis (22/10/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil resmi menetapkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2021 di 27 daerah di wilayah setempat termasuk Kota Bekasi.

Penetapan itu berdasarkan surat keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat Nomor 56/Kep.774-Yanbagsos/2020 yang ditandatangani Sabtu 21 November 2020 kemarin.

Dalam SK Gubernur Jabar Ridwan Kamil, disebutkan nilai besaran UMK 2021 di 27 kabupaten/kota berdasarkan rekomendasi kepala derah melalui Dewan Pengupahan Kabupaten/Kota masing-masing.

Untuk Kota Bekasi, besaran UMK 2021 yang ditetapkan Gubernur Rp4.782.935,64 per bulan, angka itu naik sebesar 4,21 persen atau Rp193.226,74 dibanding UMK 2020 sebesar Rp4.589.708.90 per bulan.

Tangkapan layar SK Gubernur Jabar Ridwan Kamil tentang kenaikan UMK 2021 Kabupaten/Kota. 
Tangkapan layar SK Gubernur Jabar Ridwan Kamil tentang kenaikan UMK 2021 Kabupaten/Kota.  (ISTIMEWA)

Sekedar informasi, rapat pembahasan UMK 2021 yang berlangsung di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi, Selasa (17/11/2020) oleh Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Bekasi berlangsung alot.

Kepala Disnaker Kota Bekasi Ika Indah Yarti mengatakan, angka 4,21 persen merupakan usulan dari pemerintah setelah dinamika rapat tak kunjung menemukan sepakat.

Sebab, dari unsur Apindo yang menjadi anggota Depeko sejak awal tidak ingin adanya kenaikan sesuai surat edaran Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans).

Sementara dari unsur serikat pekerja, sejak awal menginginkan kenaikan UMK 2021 sebesar 13,07 persen yang dinilai sangat tinggi oleh pemerintah.

"Mengakomodir keinginan serikat pekerja bahwa kita sebenarnya ada ditengah-tengah angka yang ditawarkan oleh pemerintah," kata Ika.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved