Breaking News:

Twitter Serahkan Akun @POTUS kepada Joe Biden di Hari Pelantikan, Bahkan Jika Trump Tak Setuju

Akun Twitter presiden @POTUS akan secara otomatis dialihkan kepada Presiden terpilih Joe Biden saat ia dilantik pada Hari Pelantikan 20 Januari 2020

AFP / ROBYN BECK, SAUL LOEB
Kombinasi foto mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden (kiri), dan Presiden Donald Trump. 

Ketika Presiden Barack Obama meninggalkan jabatannya pada tahun 2017 untuk diberikan kepada Trump, akun Gedung Putih Obama dialihkan ke akun yang diarsipkan di bawah manajemen NARA.

Cuitan Presiden Obama yang pernah ada di @POTUS dialihkan ke @POTUS44, dan akunnya dikunci.

Namun kali ini, Gedung Putih Trump sejauh ini masih menolak untuk terlibat dalam diskusi publik tentang rincian transisi kepresidenan, termasuk apa yang akan terjadi dengan aset digital seperti akun Twitter pemerintah.

Donald Trump Tidak Lagi Terima Perlakuan Spesial Twitter Jika Kalah dalam Pilpres Periode Ini

Kalah Pilpres, Donald Trump tak hanya kehilangan jabatannya sebagai presiden, tapi juga perlakuan khusus yang didapatnya dari Twitter.

Dilansir The Guardian, Twitter telah mengkonfirmasi, saat Trump meninggalkan Gedung Putih, ia tidak lagi mendapat perlakuan khusus yang disebut "newsworthy individual" atau individu yang layak diberitakan.

Kebijakan Twitter mengenai kelayakan berita melindungi orang-orang tertentu - seperti pejabat terpilih dengan lebih dari 250.000 pengikut - dari penangguhan atau pemblokiran akun.

Kebijakan itulah yang menyebabkan Twitter membungkam, tetapi tidak menghapus, setidaknya 12 tweet dari presiden AS selama seminggu setelah pilpres.

Padahal, cuitan-cuitan itu dianggap memicu keraguan masyarakat pada proses demokrasi.

Baca juga: Ucapan Selamat dari 20 Pemimpin Dunia kepada Presiden AS Terpilih Joe Biden

Beberapa cuitan Donald Trump di Twitter, beberapa ditandai karena mengandung informasi keliru
Beberapa cuitan Donald Trump di Twitter, beberapa ditandai karena mengandung informasi keliru (Twitter @realDonaldTrump)

Namun kini, Twitter telah memastikan, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi mantan pejabat.

Halaman
1234
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved