Breaking News:

Warga Keluhkan Pungutan Rp 20 Ribu untuk Ambil Paket Covid-19, Ketua RT: Uang Buat Beli Rokok

Ketua RT 02 RW 022 Pluit, Andi Aris mengatakan bahwa uang tersebut untuk membayar jasa pengurus RT yang bertugas mengangkut paket sembako

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Ketua RT 02 RW 022 Pluit, Andi Aris, saat ditemui di kediamannya, Minggu (22/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Warga yang tinggal di permukiman Muara Angke, RT 02 RW 022 Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, mengeluhkan pungutan Rp 15-20 ribu untuk mendapatkan paket bantuan sosial Covid-19.

Terkait hal itu, Ketua RT 02 RW 022 Pluit, Andi Aris mengatakan bahwa uang tersebut untuk membayar jasa pengurus RT yang bertugas mengangkut paket sembako ke rumah warga.

"Ya tergantung. Kadang-kadang ada yang kasih buat beli rokok. Enggak (ditarifin). Ya namanya warga ngerti mungkin, kita juga capek angkut dari sana sini," kata Andi sata ditemui di kediamannya, Minggu (22/11/2020).

Andi mengklaim bahwa uang pungutan tersebut selama ini dibayarkan warga secara sukarela.

Ia juga menuturkan bahwa tak ada tarif tertentu yang ditetapkan dan apabila warga tak membayar, paket sembako tetap akan diberikan.

"Ya kadang warga ngasih Rp 5.000, kadang Rp 10.000," ucap Andi.

"(Kalo nggak bayar) tetap dibagikan, namanya buat mereka," sambungnya.

Sebelumnya, warga mengeluh karena harus membayar belasan hingga puluhan ribu rupiah untuk bisa mendapatkan paket sembako yang dikirimkan pemerintah.

Salah satu warga RT 02 RW 022 Kelurahan Pluit, Tari (45) mengatakan, dirinya harus membayar Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu kepada ketua RT setempat supaya paket sembako bisa ia ambil.

Halaman
12
Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved