Penurunan Baliho Rizieq Shihab, Pangdam Jaya Sebut yang Dukung Lebih Banyak

Mayjen TNI Dudung menuturkan penurunaan baliho sebenarnya sudah dilakukan sedari dua bulan lalu oleh aparat keamanan

Kolase TribunJakarta.com/Tribun Bogor/Naufal Fauzy
Personel gabungan Satpol PP, TNI dan Polri mencopoti puluhan baliho Habib Rizieq tak berizin serentak di enam kecamatan di Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/11/2020). (Inset) Personel TNI mendampingi polisi dan Satpol PP membongkar baliho Habib Rizieq tak berizin di Petamburan, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Langkah tegas yang diambil Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman terkait polemik penurunan baliho Habib Rizieq Shihab menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Mayjen TNI Dudung pun angkat bicara perihal tersebut.

"Kritikan itu paling sedikit, yang dukung banyak, dukung lebih banyak. Yang mengkritik itu tidak tahu perjalanannya, ceritanya penurunan baliho-baliho itu," katanya di Makodam Jaya, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (23/11/2020).

Mayjen TNI Dudung menuturkan penurunaan baliho sebenarnya sudah dilakukan sedari dua bulan lalu oleh aparat keamanan, seperti polisi, TNI dan Satpol PP.

Sayangnya, aksi mereka sempat dihadang oleh oknum Front Pembela Islam (FPI).

"Kemudian karena menurunkannya Satpol PP, kemudian dihadang oleh FPI. Kemudian disuruh pasang lagi. Lah emang dia ini siapa?, oganisasi apa? kok pemerintah yang jelas-jelas, Satpol PP pemerintah itu jelas, organisasi yang strukturnya sudah jelas kok bisa takut sama mereka-mereka itu," jelasnya.

Mayjen TNI Dudung berharap tak ada organisasi yang membuat aturan sendiri.

Pasalnya, Indonesia merupakan negara hukum dan harus ada ketetapan hukum yang benar.

Baca juga: Keluarga Korban Pembunuhan di Sawangan Minta Pelaku Dihukum Mati

Baca juga: Rizieq Shihab Belum Rapid Test Covid-19 di Dekat Rumahnya

Baca juga: Prediksi Cuaca dari BMKG Besok di Jabodetabek, Selasa 24 November 2020: Jakarta Cerah Berawan

Sehingga pihaknya akan melakukan pendekatan kepada masyarakat.

"Untuk ke depannya ya imbauan kepada mereka. Kita sampaikan biar dia paham tata hukum yang berlaku, bukan hukumnya dia tapi hukum yang berlaku di pemerintahan RI. Harus taat terhadap hukum dan taat kepada pemerintah kalau dia sebagai warga negara yang baik," ungkapnya.

Mayjen TNI Dudung memastikan pencopotan baliho dan poster bukan hanya yang menyangkut Habib Rizieq.

Namun semua poster dan baliho yang tidak sesuai dengan ketentuan akan ditindak dan diturunkan.

"Kalau ada pemasangan diam-diam Pasti kita tangkap nanti dengan Kapolda kita tangkap. Kita menurunkan poster bukan FPI saja, bukan Habib Rizieq saja. Kalau poster-poster yang lain tidak sesuai dengan aturan dengan Kapolda nanti kita turunkan," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved