Bentuk Tim Gabungan, Aparat Tempatkan Kapal di Perairan Rawan Penyeludupan Narkoba

Wilayah operasi tim gabungan Sandi Purnama meliputi pengiriman narkoba lewat jalur laut, darat, dan udara.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Badan Nasional Narkotika (BNN) menggerebek lokasi penyimpanan narkotika jenis sabu yang berkedok gudang beras dan biji jagung di Jalan Prabu Siliwangi RT 5/15, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang pada Selasa (28/7/2020) petang tadi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Badan Narkotika Nasional (BNN), Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Baharkam Polri, dan Ditjen Bea Cukai membentuk tim guna memberantas peredaran narkoba.

Tim berjuluk operasi gempur peredaran narkoba bersama Sandi Purnama yang dibentuk pada November 2020 sudah mengungkap lima kasus peredaran narkoba.

Kasubdit Patroli Air Korpolairud Baharkam Polri, Kombes Sjamsul Badhar mengatakan wilayah operasi Sandi Purnama meliputi pengiriman narkoba lewat jalur laut, darat, dan udara.

"Polairud menempatkan empat kapal, terutama di pesisir bagian Timur pulau Sumatera, Selat Malaka dan Selat Makasar," kata Badhar saat dikonfirmasi di Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (24/11/2020).

Jalur laut mendapat perhatian lebih karena lebih dari setengah narkoba yang diseludupkan ke Indonesia dikirim lewat jalur laut dengan berbagai modus.

Meski sebelumnya BNN, Polairud, dan Bea Cukai sudah menempatkan kapal-kapal mereka melakukan patroli di wilayah perairan rawan penyeludupan narkoba.

Baca juga: Serdy Ephy Dicoret Timnas U-19 Karena Tak Disiplin: Telat Bangun Hingga Pulang ke Hotel Jam 3 Pagi

Baca juga: Satpol PP Kota Bekasi Pastikan Kota Bekasi Bersih dari Baliho Rizieq Shihab Tak Berizin

Pembentukan tim Sandi Purnama membuat pengawasan lebih maksimal pengumpulan informasi intelejen terkait penyeludupan lebih maksimal.

"Jadi patroli mengacu pada informasi. Keterbatasan sarana dan logistik dapat teratasi dalam operasi ini. Baik wilayah Aceh, Kepri, maupun sepanjang Selat Malaka. BNN sendiri juga membawa K9 di kapal," ujarnya.

Dirjen Bea Cuka,i Heru Pambudi, menuturkan pembentukan Sandi Purnama ini membuat pengawasan di wilayah rawan penyeludupan lebih maksimal.

Hingga kini tim Sandi Purnama berhasil mengungkap kasus narkoba dengan barang bukti sabu seberat 85,54 kilogram, 10 bungkus ekstasi berisi 50 ribu butir seberat 23,11 kilogram.

Lalu ganja sebanyak 29 paket seberat 30 gram dengan total tersangka sebanyak 20 orang, jumlah ini hasil ungkap kasus sejak tim dibentuk hingga 17 November 2020.

"Ini pesan yang jelas dan tegas kepada para mafia (narkoba) kalau kita ada di semua titik, kita jaga secara bersama-sama. Makannya nama operasinya Sandi Purnama," tutur Heru.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved