Breaking News:

Kesepakatan Dagang Terbesar Diteken, Peluang Ekspor Indonesia Meningkat, Impor Dijaga

perjanjian CEP menjadi tonggak bersejarah. Sebab, RCEP adalah pakta perdagangan terbesar saat ini.

Tribunnews.com/Jeprima
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (7/3/2018). TRIBUNNEWS.COM/JEPRIMA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Qodir

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perjanjian dagang terbesar, Regional Comphrehensive Economic Partnership (RCEP), akhirnya ditandatangani oleh 10 pimpinan negara ASEAN dan 5 negara mitra di sela Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-37, Minggu (15/11/2020), setelah dibahas sejak tahun 2011.

Juru bicara Kementerian Perdagangan, Fithra Faisal Hastadi mengatakan, perjanjian CEP menjadi tonggak bersejarah. Sebab, RCEP adalah pakta perdagangan terbesar saat ini.

"Ini adalah jelas tonggak bersejarah dan ini merupakan pencapaian yang paling penting dari Kementerian Perdagangan di bawah Mendag Agus Suparmanto. Karena ini adalah pakta perdagangan terbesar di dunia dan ini merupakan inisiasi dari Indonesia sejak tahun 2011, dan justru bisa terlaksana di saat pandemi, di saat-saat penuh kesulitan," kata Fithra kepada wartawan, Senin (23/11/2020).

Fithra mengatakan, RCEPakan memberikan efek berlanjut perekonomian bagi kinerja ekspor Indonesia.

Sebab, RCEP merupakan blok perdagangan bebas terbesar di dunia, dengan cakupan 2,2 miliar penduduk dari 15 negara serta menyumbang 30 persen produk domestik bruto (PDB) global dan 28 persen perdagangan global.

"Banyak peluang yang bisa kita dapatkan dari RCEP ini, (misal) penetrasi ekspor ke pasar-pasar RCEP akan semakin terbuka, dan dengan demikian naiknya potensi ekspor ini juga akan mendatangkan investasi dan pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan lain sebagainya," terangnya.

Di sisi lain, lanjut Fithra, ke depan Indoensia akan lebih mudah dalam mendapatkan bahan baku dari negara-negara anggota RCEP.

"Ini memudahkan kita untuk mendapatkan akses bahan baku," kata Fithra.

Bagaimana atas adanya kekhawatiran Indonesia akan kebanjiran barang dari luar negeri, seperti dari China dan Australia?

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved