Breaking News:

Sidang Narkoba Anak Wakil Wali Kota Tangerang, Saksi Ahli Jabarkan Soal Rehabilitasi

Sidang lanjutan anak dari Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin dilanjutkan di ruang 1 Pengadilan Negeri Tangerang hingga larut malam.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Suasana sidang lanjutan anak dari Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin dilanjutkan di ruang 1 Pengadilan Negeri Tangerang hingga larut malam pada Senin (23/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Sidang lanjutan anak dari Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin dilanjutkan di ruang 1 Pengadilan Negeri Tangerang hingga larut malam pada Senin (23/11/2020).

Diketahui anak darI Sachrudin bernama Akmal tersandung kasus narkoba bersama ketiga kawannya yakni Taufiq, Dede, dan Syarifuddin.

Dalam sidang yang digelar secara virtual itu, tim penguasa hukum Akmal menghadirkan dokter spesialis narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Jakarta, dr. Yosep.

Terpantau, Yosep memaparkan assessment BNN soal rehabilitasi Pengguna Narkoba di depan ketua majelis hakim R Aji Suryo.

dr. Yosep menjelaskan, Assessment tersebut keluar dari BNN yang diminta oleh penyidik untuk mengetahui penggunaan narkoba ini sudah memakai narkoba sejak kapan dan sebagai bahan rekomendasi dilakukan rehabilitasi.

"Penggunaan narkoba kebanyakan memakai narkoba berdasarkan beberapa faktor, yang pertama dari faktor lingkungan dan faktor ingin coba-coba," terang Yosep.

"Bukan berati, penggunaan narkoba bisa dimasukan dalam katagori tindak kejahatan seperti pada umumnya," sambung dia.

Menurut Yosep, Ketergantungan narkotika adalah kondisi yang ditandai oleh dorongan untuk menggunakan narkotika secara terus menerus dengan takaran (ukuran) yang meningkat agar menghasilkan efek yang sama.

Suasana sidang lanjutan anak dari Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin dilanjutkan di ruang 1 Pengadilan Negeri Tangerang hingga larut malam pada Senin (23/11/2020).
Suasana sidang lanjutan anak dari Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin dilanjutkan di ruang 1 Pengadilan Negeri Tangerang hingga larut malam pada Senin (23/11/2020). (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Apabila penggunaannya dikurangi atau justru dihentikan secara tiba-tiba dapat menimbulkan gejala fisik dan psikis yang khas.

Halaman
123
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved