Breaking News:

Wakil Wali Kota Bekasi: Wewenang Izin Pembelajaran Tatap Muka Kini Berada di Orangtua

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memastikan, Kota Bekasi sudah siap membuka sekolah untuk kegiatan pembelajaran tatap muka

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat meninjau pwrbaikan Jalan Joyomartono Bekasi Timur, Selasa (24/11/2020). 

Anggota Tim Role Model Simulasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Kota Bekasi Haris Budiyono mengatakan, Kota Bekasi secara umum sudah memiliki pengalaman dalam menggelar tatap muka.

Pada Agustus 2020 silam, Dinas Pendidikan sempat membut simulasi dengan melibatkan enam sekolah percontohan atau role model pembelajaran tatap muka.

"Kita sudah ada rumusan penyelenggaraan tatap muka yang terbatas dan hasilnya berupa video, skenario sesuai protokol kesehatan, paling tidak kita sudah punya modal itu," kata Haris.

Baca juga: Dinas Kesehatan Bekasi Mulai Berikan Pelatihan Terhadap Vaksinator Covid-19

Baca juga: Makin Terkenal Usai 2 Minggu Bertemu Raffi Ahmad, Dimas Sudah Punya Rencana Besar untuk Orangtua

Baca juga: Pengamat Imbau Warga Tak Asal Gunakan Cairan Kimia untuk Basmi Ulat Bulu

Namun untuk Januari 2021 mendatang, gelaran pembelajaran tatap muka nantinya akan tetap mengikuti arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Salah satunya kata Haris, tiak menggelar pembelajaran tatap muka dalam skala besar di tiap satuan pendidikan atau sekolah.

Gambaran teknis pembelajaran tatap muka yang tengah disusun ini misalnya, tiap satuan pendidikan harus menggilir tiap rombongan belajar (rombel).

"Intinya dalam pembahasan awal itu diberlakukan awal tidak sepenuh hari, misalnya dalam seminggu hanya beberapa hari saja ditetapkan," ungkap Haris.

Dengan begitu lanjut dia, tiap rombel di satun pendidikan tidak masuk di hari dan jam yang sama.

Sehingga, meminimalisir adanya kerumunan siswa seusai maupun selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

"Jadi secara gradual kalau istilah pak menteri, tidak semua kelas masuk, nanti bergilir, misalnya di SMP itu kan ada kelas 7, 8, dan 9," ungkapnya.

"Kelas 7 sehari hanya dua rombel, kelas 8 hanya dua rombel, kelas 9 juga demikian, nah hari berikutnya bisa digilir dengan rombongan belajar yang lainya," terangnya. 

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved