Breaking News:

Dishub DKI Belum Berencana Terapkan Ganjil Genap Meski Volume Lalu Lintas Naik 13,4 Persen

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, terjadi peningkatan volume lalu lintas di sejumlah ruas jalan ibu kota

Tribunnews.com/Irwan Rismawan
Papan pemberitahuan sistem plat nomor kendaraan ganjil genap saat hari pertama pemberlakuan peraturan pelat nomor ganjil-genap di Bundaran Senayan, Jakarta, Selasa (30/8/2016). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, terjadi peningkatan volume lalu lintas di sejumlah ruas jalan ibu kota dalam beberapa pekan terakhir.

Dibandingkan saat masa pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), volume lalu lintas meningkat 13,4 persen.

"Perbandingannya mulai PSBB kedua kemarin sampai PSBB transisi saat ini untuk volume lalu lintas ada peningkatan 13,4 persen," ucapnya, Rabu (25/11/2020).

Dengan adanya peningkatan volume lalu lintas ini, berarti mobilitas warga ibu kota semakin meningkat beberapa pekan terakhir.

Semakin meningkatnya mobilitas warga ini pun disebut-sebut menjadi penyebab melonjaknya kasus Covid-19 di DKI Jakarta.

Meski demikian, Syafrin menyebut, pihaknya belum berencana menerapkan kembali pembatasan kendaraan dengan mekanisme ganjil genap.

"Jadi, untuk penerapan ganjil genap di tengah landemi Covid-19, penilaian kami tidak semata hanya kepada volume lalu lintas," ujarnya di DPRD DKI.

Baca juga: Berkas Perkara Penyebaran Video Syur Mirip Gisel Mulai Disusun

Baca juga: Polisi Belum Bisa Tentukan Kapan Gelar Perkara Kasus Kerumunan Pernikahan Putri Rizieq Shihab

Baca juga: Lirik dan Chord Lagu Era 90: More Than Words - Extreme

"Tapi, banyak aspek lain yang harus dimasukkan sehingga kebijakannya lun menjadi komprehensif," tambahnya .

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini mengklaim, angka kasus Covid-19 di ibu kota masih sangat fluktuatif.

Untuk itu, ia menilai, kebijakan ganjil genap saat ini belum diterapkan.

"Datanya masih fluktuatif, berdasarkan itu kami belum menerapkan ganjil genap," kata dia.

Meski demikian, Syafrin tak menutup kemungkinan bakal kembali menerapkan ganjil genap bila kasus Covid-19 terus mengalami tren peningkatan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved