Breaking News:

Jakarta Terapkan PSBB Transisi

30 Gedung Pertemuan dan Hotel di Jakarta, Diizinkan Gelar Resepsi Pernikahan

Sebanyak 30 gedung pertemuan dan hotel telah mendapat izin Pemprov DKI untuk menggelar resepsi pernikahan di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com/Abdul Majid
Ilustrasi gedung jadi lokasi resepsi pernikahan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sebanyak 30 gedung pertemuan dan hotel telah mendapat izin Pemprov DKI untuk menggelar resepsi pernikahan di tengah pandemi Covid-19.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Gumilar Ekalaya mengatakan, izin diberikan kepada puluhan gedung dan hotel yang dianggap telah memenuhi syarat protokol kesehatan.

"Saat ini yang sudah kami berikan (persetujuan) sudah ada 30-an," ucapnya, Kamis (26/11/2020).

Namun sayang, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini tak merinci gedung dan hotel mana saja yang diperbolehkan menggelar resepsi pernikahan.

Gumilar mengatakan, jumlah ini bisa bertambah lantaran masih ada sejumlah gedung pertemuan dan hotel yang baru mengajukan izin.

"Kami masih terus berproses yang masuk, karena kami harus tinjau simulasi (protokol kesehatan)," ujarnya saat dikonfirmasi.

"Yang keluar SK-nya segitu, tapi yang daftar lebih dari itu," tambahnya.

Gumilar mengatakan, tak semua permohonan izin dikabulkan oleh Pemprov DKI.

Permohonan gedung pertemuan dan hotel yang dianggap belum bisa menerapkan protokol kesehatan dengan baik pun terpaksa ditolak.

"Ada beberapa yang sudah mengajukan, tapi SOP protokol enggak bagus. Jadi langsung kami kembalikan, revisi total," kata dia.

Izin dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini merupakan salah satu syarat bagi gedung pertemuan atau hotel agar diperbolehkan menggelar resepsi pernikahan di tengah pandemi Covid-19.

Sebelum izin diberikan, Pemprov DKI bakal lebih dulu melakukan review terhadap penerapan protokol yang bakal diterapkan.

Tujuannya untuk memastikan seluruh tamu undangan yang bakal datang dalam resepsi pernikahan bisa terhindar dari paparan Covid-19.

"Jadi kami review dulu protokol kesehatan yang kami tawarkan, terus kami kasih feedback, mereka perbaiki lagi. Jadi memang cukup ketat supaya masyarakat aman," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved