Akui Tingkat Pengangguran di DKI Tertinggi di Indonesia, Pemprov: Masa Pandemi Covid-19

Berdasarkan informasi dari BPS, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia.

TRIBUNBATAM.ID
Ilustrasi PHK. Berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS), DKI Jakarta menjadi provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS), DKI Jakarta menjadi provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia.

Dalam rilis yang dikeluarkan BPS pada awal November lalu, tingkat pengangguran terbuka di ibu kota mencapai 10,46 persen.

Terkait hal ini, Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta Sri Haryati mengakui, tingkat pengangguran di wilayahnya meningkat dibandingkan 2019 lalu.

Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Jakarta.

"Iya kan karena masa pandemi. Karena di Jakarta itu kalau kita lihat dari struktur ekonomi, 72 sampai 73 persen dari jasa," ucapnya, Kamis (26/11/2020).

Meski tingkat pengangguran terbuka di ibu kota sangat tinggi, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini optimis, kondisinya ini bakal segera membaik setelah Pemprov menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi.

Baca juga: Dua Tersangka Buron Kasus Suap Perizinan Ekspor Benih Lobster Menyerahkan Diri ke KPK

Baca juga: Akun Instagramnya Di-Unfollow Azka, Kalina Octaranny Bereaksi Santai: Hak Dia Melakukan Apa Pun

Sebab, Pemprov DKI melonggarkan sejumlah aturan dan mengizinkan perkantoran serta tempat usaha beroperasi kembali.

"Pada saat ada pembatasan sosial otomatis pasti terdampak. Insya Allah, di masa transisi ini sudah semakin membaik, asal masyarakat patuh 3M," ujarnya.

Walau demikian, pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah DKI Jakarta ini tak memiliki target persentase penurunan angka pengangguran di ibu kota.

"Kalau bicara target, kami sih ingin ke kondisi awal. Tapi kan tidak bisa serta merta kembali seperti itu," kata dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved