Sisi Lain Metropolitan
Kisah Suhri Bantu Obati Siswanya yang Sakit Gigi dengan Pengobatan Terapi Telur
pengobatan alternatif, Wakil Kesiswaan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 209, Kramat Jati, Jakarta Timur obati siswanya yang hendak pulang.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
Setelah semua tekniknya dipahami, saat ini para siswa yang tergabung dalam PMR bisa melakukan pengobatan terapi telur.
"Alhamdulillah sekarang sudah pada bisa. Jadi kalau ada yang sakit mereka bisa tangani segera," jelasnya.
Awal kemampuan Suhri melakukan terapi telur
Awalnya, ia mengaku tak memiliki keahlian untuk mengobati sesama.
Namun semuanya berubah saat ia melihat saudaranya melakukan terapi telur.
"Iya awalnya bisa terapi telur ini 3 tahun lalu. Awalnya di tawari sama saudara untuk terapi telur aja sewaktu pulang kampung ke Ciamis pas mertua usai dikebumikan," katanya.
Kemudian setelah melihat banyaknya orang yang diobati, Suhri pun tertarik dan mengatakan ingin belajar terapi telur.
"Pak Haji itu (terapi telur) ada doa khususnya ya? Kok orang-orang pada kesakitan gitu," tanyanya kala itu.
"Enggak ada. Ini ma bismillah aja," balas saudaranya.
"Kalau gitu, saya mau dong belajar biar bisa bantu orang juga," sahut Suhri.
Akhirnya, ia pun mencari telur ayam kampung yang digunakan sebagai bahan baku pengobatan.
Dalam waktu satu hari dan terbilang kilat ia mempelajari tekni pengobatan melalui terapi telur.
Sekiranya setengah jam berlalu, Suhri baru bisa mempraktekan cara menggenggam telur saat terapi secara benar.
"Dibilang sulit ya ada. Apalagi kan saya belajarnya otodidak dan kilat ya. Itu susahnya pas megang telurnya. Kalau terlalu kuat bisa pecah nanti," jelasnya.
Tanpa rasa lelah, Suhri terus mencoba melakukan terapi telur selama seminggu di Jakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/suhri-wakil-kesiswaan-smpn-209-yang-bisa-lakukan-pengobatan-terapi-telur-di-jakarta-timur.jpg)