Sisi Lain Metropolitan

Cerita Ida, Banting Stir dari Tukang Pijat Jadi Tukang Kerupuk Imbas Pandemi

Ida mengaku senang lantaran pendapatannya sebagai penjual kerupuk bisa membantu rekan tunanetra lainnya

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Ida, tukang pijat yang beralih profesi menjadi tukang kerupuk keliling akibat pandemi, Jumat (27/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Imbas pandemi Covid-19, Idayani (48) melanjutkan usaha dengan berjualan kerupuk keliling.

Ida, sapaannya merupakan ibu beranak empat yang tinggal di Jalan Beli II, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Sedari awal pandemi, Ida yang merupakan seorang tunanetra memilih untuk melanjutkan aktivitasnya sebagai pedagang kerupuk keliling.

Pasar Rebo, Ciracas hingga Cipayung kerap ia susuri ditemani tongkat penunjuk jalannya.

"Tiap hari jualan. Kadang naik ojek kadang jalan aja. Sejak pandemi jadi jualan kerupuk lagi," katanya kepada TribunJakarta.com, Jumat (27/11/2020).

Sebenarnya, kehidupan yang dijalani Ida sebelumnya jauh lebih baik ketimbang saat ini.

Sebelum pandemi melanda Indonesia, ia memiki usaha pijat.

Sayangnya, usaha itu mati begitu saja tanpa pelanggan berbarengan dengan santernya pemberitaan Covid-19.

Tempat usaha yang didirikannya dari hasil pijat keliling mendadak tak didatangi pasien sama sekali.

Padahal, sebelum Covid-19 sekitar 8 sampai 10 orang pasti datang ke tempat pijatnya dengan besaran tarif Rp 70 ribu perjamnya.

"Sebenarnya saya punya usaha pijat. Tapi pas dari awal pandemi sepi. Bahkan sekarang sudah enggak ada lagi yang datang. Jadi yang dulu buat nyambi justru jadi pekerjaan tetap saat ini," ungkap Ida.

Setelah berjualan kerupuk, pemasukannya mulai merangkak stabil.

Hal ini lantaran dari satu bungkus yang dijualnya, keuntungan yang ia dapat mencapai Rp 5 ribu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved