Momentum Pilkada Serentak, Centennial Ideas Ajak Generasi Z Bangun Politik Beradab

Sultan juga memantik agar generasi Z bisa tetap kritis dan aktif dalam mengawal isu isu kebijakan publik.

Editor: Wahyu Aji
Sultan Rivandi, salah satu co-founder dari centenial saat dialog dengan tema 'gen z melek politik' bersama Asfinawati dari YLBHI, Puteri Komarudin Anggota DPR RI, di acara Centennial Ideas di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (27/11/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menyikapi momentum Pilkada Serentak yang berlangsung di berbagai daerah, komunitas milenial yang tergabung dalam Centennial Ideas mengingatkan pentingnya generasi Z untuk tetap kritis namun beradab dalam menyikapi berbagai isu politik.

"Kita harus membangun politik yang beradab, nalar kritis, sopan santun, tidak saling membenci, tidak saling mencaci, menghargai perbedaan, kita sebagai pemilih pemula harus menghentikan masalah masalah toxic salam politik yang selama ini sudah berjalan," ujar Sultan Rivandi, salah satu co-founder dari Centennial saat dialog dengan tema 'gen z melek politik' di acara Centennial Ideas di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (27/11/2020).

Tampil sebagai pembicara di kegiatan ini, Sultan juga memantik agar generasi Z bisa tetap kritis dan aktif dalam mengawal isu isu kebijakan publik.

Selain mengingatkan pentingnya bersikap dalam isu politik, Sultan juga menekankan pentingnya menjaga harapan generasi Z meskipun dihantam pandemi sedemikian kencang.

"Apa yang generasi sebelum-sebelumnya mengenal sebagai rutinitas, kini rutinitas biasanya tersebut terhenti hanya dalam sekejap. Mimpi kita terhenti, imajinasi kita hancur, dan harapan kita blur akibat pandemi. Itulah, bisa jadi sejarah menghapus lebih awal gen z, atau bisa juga kita keluar dari gelombang ujian ini dan menjadi generasi yang paling kuat," kata ujar Sultan.

Dinno Ardiansyah yang juga menjadi narasumber dalam Centennial Ideas menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan pola integrasi satu sama lain, karena generasi Z memiliki kekuatan jaringan yang harus dimaksimalkan dengan baik.

"Generasi Z harus melakukan gebrakan yang kreatif, dan juga melakukan pola-pola terintegrasi dengan banyak hal misal dengan generasi milenial, komunitas lain, dan sifatnya kontributif. Kita siap bekerja sama sebagai wadah kolaboratif yang bermanfaat," kata Dinno.

Ketua BEM UI 2019 dan Co-Founder Centennialz.id, Manik Marganamahendra menambahkan bahwa, generasi Z harus menjadi generasi yang kritis dalam melawan persepsi persepsi lama.

Selain itu juga harus terlibat aktif dalam menggapai keadilan di bangsa ini.

"Generasi Z yang hidup dalam suasana patriarki luar biasa mengakar, barangkali perlawanan mutlak harus dilakukan dan keadilan harus dijemput dan diraih, bukan sekedar menunggu," kata manik.

Komunitas CentennialZ selama ini dikenal menjadi wadah kolaborasi dan mengambil peran pada isu isu generasi Z.

Selain monolog 10 orang generasi Z dari berbagai macam lintas sektor dan aktivisme, kegiatan Centennial Ideas kali ini turut diwarnai dialog interaktif bersama dengan tokoh-tokoh generasi lainnya,

Diantaranya, Puteri Komarudin (Anggota DPR RI), Haris Azhar (Founder Lokataru), Asfinawati (Ketua YLBHI), Rachmat Kaimuddin (CEO Bukalapak), Pradana Indraputra (Staf Khusus BKPM), Atras Mafazi (Ketua Umum Islamic Youth Economic Forum), Arief Rosyid Hasan (Aktivis Milenial dan Direktur Eksekutif Merial Institute), Usamah Abdul Aziz (Ketua Jakarta Maju Bersama).

Kegiatan juga diisi dengan penyampaian piagam harapan generasi Z yang disarikan dari ratusan masukan generasi Z saat acara Centennial Ideas dilaksanakan. 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved