Breaking News:

Obati Banjir Jakarta, Anggota DPRD DKI Kenneth: Teknologi dan Infrastruktur Harus Jalan Beriringan

mengantisipasi musibah banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya, khususnya yang dipicu oleh dampak La Nina.

Kepala BAGUNA (Badan Penanggulangan Bencana) PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta serta Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth mengecek saluran air di Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus mengantisipasi musibah banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya, khususnya yang dipicu oleh dampak La Nina.

Merefleksikan awal 2020 lalu, banjir yang berdampak luas dan serius di wilayah Jabodetabek, harus menjadi pelajaran untuk upaya kesiapsiagaan sejak dini.

Namun, sebelumnya Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Dudi Gardesi menegaskan, pihaknya optimis bisa mengendalikan banjir Ibu Kota dalam enam jam, meski adanya fenomena La Nina.

Hal itu berdasarkan sesuai Instruksi Gubernur (Ingub), SDA Jakarta seoptimal mungkin dalam enam jam, tapi dengan kondisi bukan limpasan air dari hulu, dan tanpa ada luapan dari kali, atau rob dari laut.

Lalu, Suku Dinas SDA Jakarta Barat juga menyatakan, banjir rob kini telah sampai ke kawasan Kedoya, Kebon Jeruk dan Latumeten, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Banjir rob di dua kawasan itu setinggi 10-50 sentimeter atau sebetis orang dewasa.

Sudin SDA Jakbar pun menelusuri tinggi permukaan air Kali Mookevart, dan Kali Grogol yang mengalir di dua kawasan itu. Tinggi permukaan dua kali itu akibat air laut yang pasang.

Menanggapi hal itu,Kepala BAGUNA ( Badan Penanggulangan Bencana ) PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta serta Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth meminta kepada Dinas SDA DKI Jakarta harus benar-benar serius dalam mengantisipasi banjir yang akan melanda Jakarta, disaat musim penghujan tiba sekaligus dampak fenomena La Nina.

"Setiap Sudin ( Suku Dinas ) SDA Perkotamadya di DKI Jakarta harus bisa mengantisipasi banjir yang akan melanda DKI Jakarta, terutama di musim penghujan, wajib dipikirkan untuk mengantisipasi, apa saja infrastruktur yang rusak, harus segera diperbaiki dengan cepat," kata Kenneth dalam keterangannya, Sabtu (28/11/2020).

Pria yang disapa Kent ini menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta sudah harus serius dalam pembuatan waduk di sejumlah tempat agar bisa menampung air kiriman dari sejumlah kali pada saat debit air tinggi, dan tidak hanya fokus dalam mengandalkan rumah pompa saja.

Halaman
123
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved