Vandalisme di Tempat Ibadah

Polisi Sebut Tersangka Vandalisme Musala di Tangerang Sehat Saat Kasusnya Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tersangka vandalisme musala, Satrio, telah berada dalam sel tahanan Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Aji
Istimewa/Media Sosial
Musala Darussalam, Perum Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang yang dicoret-coret oknum tidak bertanggung jawab, Selasa (29/9/2020). 

Ia menerangkan, sebelumnya berkas perkara tersangka vandalisme tersebut masih kembali dinyatakan belum lengkap, pada Senin (23/11/2020).

Hal itu sudah kali ketiganya Jaksa peneliti menyatakan belum lengkap.

"Masih ada petunjuk terakhir saat Senin (23/11/2020) perlu dilengkapi lagi (penyidik)," sebutnya.

Sebelum itu, Nana juga menyebutkan bahwa belum lengkapnya berkas perkara tersangka vandalisme lantaran adanya unsur pasal sangkaan yang belum terpenuhi.

"Jaksa peneliti menyatakan bahwa berkas perkaranya masih belum lengkap. Ada unsur pasal sangkaan yang belum terpenuhi," ucapnya pekan lalu.

Sebelumnya, terjadi aksi vandalisme coret-coret di Musala Darussalam, Perum Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang pada (29/9/2020).

Vandalisme tersebut pun sangat mencemaskan warga lantaran berlafalkan tulisan yang kental dengan unsur agama.

Ditambah, Satrio melakukan pengrusakan media ibadah seperti sajadah dan kitab suci Alquran.

Pasalnya, Satrio kesal tidak diizinkan keluar rumah oleh orang tuanya jadi alasan utama ia nekat melakukan aksi vandalisme itu.

"Sebagai luapan emosi, karena memang sebelumnya juga banyak beraktivitas di rumah, dilarang oleh orang tuanya jika tidak diawasi atau ditemani pihak lain," jelas Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi beberapa bulan lalu.

"Sehingga luapan emosinya diluapkan dengan cara perbuatan kemarin itu dan berdasarkan pemahamannya sendiri kalau perbuatan dia adalah benar," tambah dia lagi.

Ia menambahkan juga kalau Satrio yang merupakan seorang mahasiswa di universitas swasta di Jakarta tersebut melakukan aksinya secara sadar.

"Tersangka (Satrio) sadar dan dengan sengaja melakukan perbuatan tersebut," katanya.

Namun, setelah diamankan polisi, ada penyesalan dalam diri tersangka.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved