Liga 1 2020

Kembangkan Kemampuan, Bek Persib Bandung Zalnando Rintis Bisnis Kuliner

Bek Persib Bandung Zalnando merintis bisnis kuliner. Zalnando terus berusaha mengembangkan kemampuan dirinya di bidang lain.

Tribun Jabar/Ferdyan Adhy Nugraha
Zalnando sudah ikut berlatih bersama Persib Bandung. Bek Persib Bandung Zalnando merintis bisnis kuliner. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Bek Persib Bandung Zalnando merintis bisnis kuliner.

Zalnando terus berusaha mengembangkan kemampuan dirinya di bidang lain.

Zalnando belum merasa puas dengan posisinya saat ini meski telah sukses menjadi pesepakbola profesional.

Bisnis kuliner yang ditekuninya saat ini merupakan bagian mempersiapkan masa depan setelah pensiun dari sepakbola.

"Karena semua tahu menjadi pesepakbola itu terbatas oleh usia. Saat nanti sudah gantung sepatu, bisnis ini yang sebagai karier saya selanjutnya," kata Zalnando dikutip dari laman resmi klub, Selasa (1/12/2020).

Menurut Zalnando, yang kini berstatus mahasiswa jurusan bisnis perguruan tinggi swasta di Bandung, singkatnya karier pesepakbola akibat faktor usia menjadi tantangan tersendiri.

Kondisi itu membuat setiap pemain berlomba meraih prestasi di usia muda.

Pemain akan berusaha menembus tim profesional semuda mungkin agar di saat masa keemasan mereka masih bugar. Namun, kebugaran yang menjadi salah satu modal yang bisa dijaga agar pemain bisa tampil hingga usia di atas rata-rata.

"Menjaga kebugaran fisik menjadi tantangan. Sebagai pemain profesional harus bisa menjaganya. Supaya bisa lebih lama bermain bola," terang Zalnando.

Baca juga: Pemanggilan Menantu Rizieq Shihab Kurang Tepat, Kuasa Hukum Sebut Hanif Alatas Tak Mengerti Perkara

Baca juga: Format Kompetisi Liga 1 Tak Berubah, Bos Persib Bandung: Bukan Sesuatu yang Menguntungkan

Sambil berusaha mempertahankan kebugaran agar bermain lebih lama.

Pemilik nomor punggung 27 ini pun telah mempersiapkan rencana masa depan.

Ia sudah merintis kegiatan bisnis kuliner.

"Pandemi ini dua sisi yang berbeda, ada hal positifnya, saya bisa memulai bisnis dan punya watu luang fokus. Sisi lain, banyak hal terbatas, termasuk tidak adanya kompetisi. Jadi, situasi saat ini gimana kita bisa tetap maksimalkan peluang dalam hal positif," ungkapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved