Breaking News:

Pengiriman Ganja Gorila Asal China Menyasar Kaum Milenial dan Pekerja Umur Produktif

Pengiriman ganja sintetis dan tembakau gorila impor dari China ternyata menyasar kaum milenial Indonesia.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Barang bukti 152 kilogram ganja sintetis dan tembakau gorila yang berhasil diungkap Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta bersama Polrestabes Bandung, Selasa (1/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pengiriman ganja sintetis dan tembakau gorila impor dari China ternyata menyasar kaum milenial Indonesia.

Sasarannya adalah pengguna direntang umur 18 tahun sampai 25 tahun dan beberapa orang di atas umur 30 tahun.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta, Finari Manan saat penggagalan 152 kilogram ganja.

"Untuk saat ini penyalahgunaan narkotika jenis ganja sintetis dengan nama trens tembakau gorila sangat mewabah dilingkungan generasi muda milenial," ungkap Finari di kantornya, Selasa (1/12/2020).

Mahasiswa, pelajar, hingga pekerja umur produktif menurut Finari menjadi penjajal tembakau gorila kiriman dari China.

Pemasaran tembakau gorila tersebut pun dijual secara terang-terangan melalui media sosial.

"Jual beli tembakau gorila dikalangan milenial umumnya menggunakan media sosial seperti Instagram, Facebook, maupun dark web," jelas Finari.

Ia menjelaskan kalau pemasok bahan baku tembakau gorila berasal dari negara China.

Fakta di atas ia simpulkan dari penegahan 152 kilogram ganja yang berawal dari penemuan barang paket dari China yang ternyata berisi ganja sintetis seberat dua kilogram.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved