Debat Pilkada Kota Tangsel

500 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak dalam Setahun, Saraswati Janjikan Program Tombol Panik

Berkaca dari banyaknya kasus, Saraswati mencanangkan program panic button guna cepat tanggap penanganan kasus kekerasan dan lain-lain.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Muhamad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo di Kantor KPU Tangsel, Jalan Raya Serpong, Setu, Jumat (4/9/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir 

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Berbicara tentang keamanan, Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menyebut angka fantastis kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Tangsel.

"Banyal sekali masalah pada perempuan dan anak dengan total 500 kekerasan," ujar Saraswati dalam acara debat publik Pilkada Tangsel putaran kedua yang disiarkan di Metro TV, Kamis (3/12/2020).

Berkaca dari banyaknya kasus, Saraswati mencanangkan program panic button guna cepat tanggap penanganan kasus kekerasan dan lain-lain.

"Nanti mereka nelepon agar tim cepat tanggap dapat langsung menindak," ujarnya.

Debat kandidat putaran kedua ini mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Tangsel yang Sehat, Berkarakter, Maju dan Sejahtera”.

Seluruh pertanyaan yang menjadi pemantik adu program ketiga pasangan calon diramu oleh sejumlah pakar dari berbagai bidang, yakni Komaruddin Hidayat, Radhar Panca Dahana, Adrianus Meliala, Eka Purna Yudha dan Endang Sulastri.

Pilkada Tangsel menjadi ajang kontestasi tiga pasangan calon yang masing-masing sudah mendapat nomor urut.

Nomor 1 adalah pasangan Muhamad dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang diusung koalisi besar lima partai, PDIP, Gerindra, PSI, PAN dan Hanura, dan didukung partai non parlemen NasDem, Garuda dan Perindo.

Muhamad merupakan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Tangsel, yang berambisi menggapai kursi Tangsel 1.

Sedangkan calon wakil wali kotanya, Rahayu Saraswati merupakan politikus Gerindra dan mantan anggota DPR RI. Saraswati juga merupakan keponakan dari Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto.

Sedangkan pasangan nomor 2 adalah Siti Nur Azizah-Ruhamaben. Pasangan itu diusung PKS, Demokrat dan PKB, serta didukung partai non parlemen PKPI.

Nur Azizah adalah mantan birokrat di Kementerian Agama. Ia juga dikenal sebagai putri dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin.

Wakilnya, Ruhamaben, merupakan kader PKS yang pernah menjabat Pimpinan DPRD Tangsel, serta Direktur keuangan PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS), BUMD Tangsel.

Nomor urut 3 adalah pasangan Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan. Benyamin-Pilar diusung secara tunggal oleh Partai Golkar, dan didukung partai non parlemen, PPP, Gelora dan PBB.

Baca juga: Saraswati Awali Debat Putaran ke-2 Bicara Ketimpangan dengan Menyinggung Meme Taj Mahal

Baca juga: Azizah-Ruhama Bicara Budaya Kelas Dunia di Tangsel, Ini Penjabarannya

Baca juga: Debat Kedua Pilkada Kota Depok, Pradi Akui Kewenangannya Dibatasi Saat Jabat Wakil Wali Kota

Benyamin merupakan calon petahana. Pria 62 tahun itu menjabat wakil wali kota Tangsel selama dua periode sampai saat ini, mendampingi wali kota Airin Rachmi Diany.

Pasangannya, Pilar merupakan kader Golkar di Provinsi Banten. Pilar merupakan putra dari Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved