Breaking News:

Bayi Meninggal Saat Diajak Mengemis di Bekasi, Idap Penyakit Berat Hingga Ibu Alami Gangguan Jiwa

Kondisi keluarga Anjaya Saputra, bayi berusia dua tahun yang meninggal saat diajak mengemis oleh sang ibu, Nur Astuti Anjaya (32), dalam kondisi sulit

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Rumah kontrakan kediaman Anjaya Saputra, bayi yang meninggal dunia saat diajak mengemis ibunya di Bantargebang Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, RAWALUMBU - Kondisi keluarga Anjaya Saputra, bayi berusia dua tahun yang Meninggal saat diajak mengemis oleh sang ibu, Nur Astuti Anjaya (32), dalam kondisi sulit.

Nur Laela (40), tetangga sekaligus kader Posyandu di tempat kediaman keluarga Anjaya mengatakan, Imar (58) sang ayah sejak beberapa bulan terakhir terpaksa kehilangan pekerjaan.

"Tadinya kerja jadi sopir di pabrik, cuma putus kontrak beberapa bulan lalu jadi sekarang cuma reparasi kipas angin alat-alat elektronik aja," kata Laela, Rabu (2/12/2020).

Keluarga Anjaya tinggal di rumah kontrakan Jalan Cipendawa Lama, RT02 RW07, Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Menurut Laela, mereka tinggal sudah sejak dua tahun silam di kontrakan yang dihuni tiga anggota keluarga.

"Bertiga aja mereka tinggal di sini, setahu saya dia punya anak satu lagi cuma diasuh sama saudaranya," terang kader Posyandu R07 Bojong Menteng tersebut.

Kesulitan ekonomi yang dirasakan keluarga tersebut rupanya membuat sang istri nekat mencari penghasilan dengan cara mengamen atau mengemis.

"Kalau mengemis dia baru, sekitar lima bulanan, selalu ajak anaknya, biasanya memang ke Pasar Bantargebang kalau ngamen," tutur Laela.

Sebelum sang suami kehilangan pekerjaan, sang istri Nur Astuti tidak pernah melakukan hal itu.

Nur Laela (40), tetangga sekaligus kader posyandu di lingkungan tempat tinggal setempat.
Nur Laela (40), tetangga sekaligus kader posyandu di lingkungan tempat tinggal setempat. (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)
Halaman
1234
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved