Breaking News:

Bayi Meninggal Saat Diajak Mengemis di Bekasi, Idap Penyakit Berat Hingga Ibu Alami Gangguan Jiwa

Kondisi keluarga Anjaya Saputra, bayi berusia dua tahun yang meninggal saat diajak mengemis oleh sang ibu, Nur Astuti Anjaya (32), dalam kondisi sulit

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Rumah kontrakan kediaman Anjaya Saputra, bayi yang meninggal dunia saat diajak mengemis ibunya di Bantargebang Bekasi. 

"Enggak pernah, saya kan kader posyandu, kalau didatengin ke rumah ya langsung ngunci pintu. Sekali pun enggak pernah diimunisasi anaknya," terangnya.

Posyandu setempat tiap kali ada kegiatan selalu menyisir rumah-rumah warga yang memiliki balita, layanan kesehatan khusus anak ini diperuntukkan bagi siapa saja.

"Kalau ada posyandu kan pasti dikasi tahu, disisir rumah warga, mau dia KTP sini atau pendatang pasti dilayani," terangnya.

Tumbuh kembang dan gizi Anjaya selama ini tidak pernah dipantau, sang ibu memilih mengurus anaknya sendiri tanpa pernah diperiksa kesehatannya.

"Kan kalau ikut (posyandu) juga bisa dipantau kondisi kesehatan dan gizinya, seperti kalau misalnya ada gizi buruk anaknya bisa ketahuan," tuturnya.

Dia tidak pernah tahu alasan sang ibu enggan membawa anaknya ke posyandu, padahal berulang kali warga setempat membujuk agar buah hatinya mendapat pemeriksaan.

"Enggak tahu, sudah dibujuk enggak mau, mungkin dia takut biaya, tapi sudah saya bilang gratis, ibunya tetap enggak mau," tegasnya.

Baca juga: Pelatih Persib Bandung Sudah Jadwalkan Gelar Latihan Bersama

Baca juga: Imbas Haul di Pasar Kemis, Pemkab Tangerang Tak Akan Keluarkan Izin Keramaian Lagi

Sang Ibu Alami Gangguan Jiwa

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi melakukan penanganan setelah bayi berusia dua tahun bernama Anjaya Saputra meninggal dunia saat diajak mengemis oleh sang ibu bernama Nur Astuti Anjaya (32).

Kepala Seksi Disabilitas Dinas Sosial Kota Bekasi Veny Dwi mengatakan, pihaknya sudah mendatangi kediaman Nur Astuti di daerah Kelurahan Bojong Menteng, Rawalumbu.

"Kemarin hasil asesmen dia orang dengan gangguan jiwa, tapi masih taraf ringan," kata Veny saat dikonfirmasi, Rabu (2/12/2020).

Rencananya, pihak Dinsos Kota Bekasi bakal merujuk Nur Astuti ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Marzoeki Mahdi Kota Bogor untuk mendapatkan pengobatan.

"Hari ini kita siapkan persyaratannya, kalau sudah siap nanti pihak kelurahan sama Dinas Kesehatan akan menangani untuk rujukannya," terang dia.

Kondisi ini lanjut dia, diperparah dengan keadaan suaminya yang tidak lagi bekerja lantaran habis kontrak di salah satu pabrik.

"Suaminya dulu sopir di pabrik, karena sudah berumur enggak jadi sopir lagi, kerjaannya kadang juru parkir atau kerja lain," ucapnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved