Breaking News:

Diamankan Imigrasi Depok, 2 WNA Modus Minta Sumbangan Buat Anak Palestina ke Rumah Ibadah

Dua WNA berinisial MBM (42) asal Suriah dan MFMG (28) asal Palestina, diamankan petugas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kota Depok.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Imigrasi Depok, Ruhiyat Tholib, saat memimpin ungkap kasus warga negara asing (WNA), Kamis (3/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG – Dua Warga Negara Asing (WNA) berinisial MBM (42) asal Suriah dan MFMG (28) asal Palestina, diamankan petugas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kota Depok.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Imigrasi Depok, Ruhiyat Tholib, mengatakan, penangkapan keduanya berawal dari laporan warga bahwa ada dua orang asing yang meminta sumbangan di rumah ibadah Perumahan Pesona Khayangan, Pancoran Mas.

“Tanggal 27 November kita dapat informasi bahwa ada dua orang asing yang sedang meminta-minta sumbangan di Perumahan Pesona Khayangan. Kami pun bergegas ke lokasi yang dilaporkan dan mendapati ke-duanya tengah meminta sumbangan,” ujar Ruhiyat di Kantor Imigrasi Depok, Cilodong, Kamis (3/12/2020).

“Saat dimintai keterangan mengenai izin tinggalnya ternyata kedua orang ini mengeluarkan kartu yang dikeluarkan oleh United Nation (UN) dan statusnya sebagai pengungsi,” sambungnya lagi.

Ketika beraksi, kedua WNA ini berbekal kardus bertuliskan ‘Untuk Anak Yatim Gaza Palestina’ dan berisikan uang jutaan rupiah.

Hasil pemeriksaan, Ruhiyat mengatakan kedua WNA ini mengakui bahwa uang hasil sumbangan yang didapatnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Hasil pendalaman ternyata mereka membawa kotak amal ini dengan mengatasnamakan anak yatim. Tapi setelah dilakukan pemeriksaan lebih dalam mereka ternyata hasilnya itu memang untuk kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Baca juga: Viral Video Buang Kaleng Minuman ke Laut, Wanita Ini Dihujat: Gue Pasti Bisa Cari Itu Sampah di Laut

Baca juga: DPRD DKI Tak Segan Coret Calon Wali Kota Jakpus Usulan Anies Baswedan Bila Minim Pengalaman

Lebih rinci, Ruhiyat menjelaskan uang yang diamankan dari tangan kedua WNA ini sebesar Rp 3,8 juta.

Ruhiyat belajar pihaknya tengah melakukan pendalaman terkait kedatangan awal mereka di Indonesia.

“Kami masih melakukan pendalaman kedatangan mereka waktu awal pertama kali masuk itu, apakah menggunakan visa. Kami masih berkoordinasi dengan direktorat untuk meminta data-data mereka dan kami juga masih tetap mencoba menghubungi pihak UN,” bebernya.

“Kedua WNA ini diduga melanggar Pasal 75 Undang-Undang Keimigrasian tentang ketertiban umum,” pungkasnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved