Breaking News:

Langgar Prokes Covid-19, Bank Swasta di Kembangan Jakarta Barat Disegel Satpol PP

Kantor cabang salah satu bank swasta di Kembangan, Jakarta Barat disegel oleh Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kota Jakarta Barat.

Dok. Satpol PP Jakarta Barat.
Satpol PP Jakarta Barat saat menyegel salah satu kantor cabang bank swasta di Kembangan, Jakarta Barat, karena melanggar prokes Covid-19. 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Kantor cabang salah satu bank swasta di Kembangan, Jakarta Barat, disegel oleh Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kota Jakarta Barat.

Hal itu karena mereka tak melaporkan adanya pegawai yang terpapar Covid-19 dan tak memberhentikan aktivitas perkantoran selama proses pembersihan dan disinfeksi.

Kasatpol PP Jakarta Barat, Tamo Sijabat mengatakan, penindakan ini setelah pihaknya mendapat informasi adanya dua karyawan bank di sana yang terpapar Covid-19.

Saat jajaran Satpol PP bersama Sudin Kesehatan Jakarta Barat dan turut dihadiri pihak Kecamatan Kembangan melakukan cek lokasi, ditemukan adanya pelanggaran.

"Ternyata mereka idak melakukan penghentian sementara aktivitas selama proses pembersihan dan disinfeksi paling sedikit 3x24 jam," kata Tamo saat dikonfirmasi, Kamis (3/12/2020).

Menurutnya, apa yang dilakukan bank tersebut berbahaya.

Sebab, sebagai kantor pelayanan jasa dan bersentuhan dekat dengan masyarakat, semestinya mereka menerapkan betul protokol kesehatan ketat sebagai antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca juga: Dalam Satu Jam Empat Wanita Nyaris Jadi Korban Predator Seksual di Jalanan

Baca juga: Tak Kuasa Jegal Kenaikan RKT DPRD 2021, PSI Minta Bantuan Gubernur Anies Baswedan

Kasie PPNS dan Penindakan Satpol PP Jakarta Barat, Ivand Sigiro mengatakan, pihaknya memberi sanksi berupa penutupan sementara selama tiga hari.

Selama penyegelan, nantinya bank tersebut dan Pemkot Jakbar akan mendisfektan dan mensteriliasi kantor, pembersihan akan dilakukan menyeluruh.

"Ini baru pelanggaran pertama. Tapi nanti kalau melakukan lagi maka sesuai Pergub 79 dan Pergub 101 tahun 2020, maka ditutup lagi 3x24 jam dan dikenakan denda 50 juta," kata Ivand.

Editor: Elga H Putra
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved