AC Milan Ukir Sejarah Usai Kalahkan Celtic 4-2
AC Milan menciptakan sejarah baru selepas kemenangan atas Celtic pada matchday kelima fase grup Liga Europa 2020-2021.
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - AC Milan menciptakan sejarah baru selepas kemenangan atas Celtic pada matchday kelima fase grup Liga Europa 2020-2021.
Bermain di kandang sendiri, San Siro, Kamis (3/12/2020), AC Milan sukses menghajar Celtic dengan skor 4-2.
Kemenangan tersebut terasa istimewa karena didapat lewat sebuah comeback.
Bahkan tim tuan rumah mengalami tertinggal dua gol lebih dulu setelah dijebol Tom Rogic dan Odsonne Edouard.
Milan kemudian bangkit dengan menggelontorkan empat gol balasan via Hakan Calhanoglu, Samu Castillejo, Hans Jauge, dan Brahim Diaz.
Baca juga: Milan Vs Celtic - Comeback Rossoneri Sukses Tuntaskan Perlawanan Tim Tamu
Tim kota mode Italia tak sekadar membuahkan tripoin, melainkan juga menghadirkan sebuah cerita baru.
Ini menjadi kali pertama Milan memenangi pertandingan di kompetisi Eropa setelah mengalami tertinggal dua gol.
"Kami tidak peduli soal rekor. Kami hanya fokus pada pengembangan dan terus memperbaiki diri," ujar pelatih Milan, Stefano Pioli.
Kemenangan ini membawa Milan bertengger di peringkat kedua klasenen Grup H dengan koleksi 10 poin.
Hasil tersebut sekaligus memastikan mereka maju ke babak 32 besar.
Comeback Rossoneri
Comeback pada babak kedua, AC Milan menang atas Celtic pada matchday kelima Grup H dan memastikan diri lolos ke babak 32 besar Liga Europa.
AC Milan menjamu Celtic di Stadion San Siro dalam matchday kelima Grup H Liga Europa 2020-2021, Kamis (3/12/2020) waktu setempat atau Jumat dini hari WIB.
Dikutip BolaSport.com dari situs resmi UEFA, AC Milan begitu dominan atas Celtic dalam hal penguasaan bola.
AC Milan mampu mencatatkan penguasaan bola sebesar 52 persen.
Dari segi peluang, I Rossoneri memiliki 14 yang 6 di antaranya mengarah tepat sasaran.
Adapun Celtic mempunyai 13 kesempatan dengan 5 tembakan menuju ke gawang.
Selepas peluit babak pertama dibunyikan, AC Milan langsung mengambill inisiatif menyerang.
Namun, laga baru berjalan tujuh menit, gawang AC Milan harus jebol oleh gol Tom Rogic.
Kesalahan antisipasi Matteo Gabbia dalam mengontrol bola umpan Gianluigi Donnarumma dimanfaatkan oleh Tom Rogic.
Usai merebut bola dari Matteo Gabbia, Tom Rogic lalu menggiring bola ke dalam kotak penalti Milan dan melepaskan sepakan via kaki kiri.
Sepakan keras Rogic gagal dibendung Gianluigi Donnarumma karena menghunjam deras ke kiri bawah gawang Milan. I Rossoneri tertinggal 0-1.
Setelah kebobolan, nasib apes harus diterima Milan setelah Simon Kjaer mengalami cedera dan tidak mampu melanjutkan laga.
Alessio Romagnoli pun masuk menggantikan posisi Simon Kjaer di jantung pertahanan.
Namun, belum sempat bangkit, gawang Milan harus kembali kebobolan pada menit ke-14 setelah penyerang Celtic, Odsonne Edouard, mencatatkan namanya di papan skor.
Berawal dari umpan terobosan Ryan Christie, Odsonne Edouard, yang lepas dari jebakan offside, merangsek masuk ke dalam kotak penalti untuk menyambut umpan.
Bola yang jatuh di kakinya langsung dicungkil Edouard via kaki kanan sehingga Donnarumma salah melakukan penyelamatan dengan bergerak ke kiri.
Bola hasil cungkilan Edouard meluncur mulus ke tengah jala gawang Milan. Milan tertinggal 0-2.
Pasukan Stefano Pioli mampu menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas Hakan Calhanoglu pada menit ke-24.
Sepakan free-kick kaki kanan Hakan Calhanoglu dari jarak 16 m menukik mulus ke pojok kiri bawah gawang Vasilios Barkas.
Vasilios Barkas, yang berdiri di depan gawang, hanya terdiam tak bergerak melihat sepakan gelandang serang asal Turki itu berbuah gol. Milan 1-2 Celtic.
Dua menit berselang, Samu Castillejo sukses menyamakan kedudukan berkat sepakan kaki kirinya dari jarak dekat.
Memanfaatkan kemelut, Samu Castillejo, yang tak terkawal, sukses menempatkan bola ke sisi kanan atas gawang Vasilios Barkas. Milan imbang 2-2.
Skor imbang 2-2 membuat kedua tim meningkatkan intensitas serangan ketika laga memasuki menit ke-30.
AC Milan dan Celtic berulang kali berbalas serangan balik melalui kedua sisi sayap meski gagal menemui hasil.
Tidak ada gol tambahan yang tercipta dan skor imbang 2-2 bertahan hingga turun minum.
Pada babak kedua, AC Milan bermain lebih tenang daripada babak pertama.
Hasilnya, empat menit babak kedua berjalan, AC Milan mampu membalikkan keadaan berkat gol Jens Petter Hauge.
Jens Petter Hauge sukses membuat timnya unggul 3-2 berkat golnya pada menit ke-50.
Mendapat sodoran umpan pendek dari Theo Hernandez, Jens Petter Hauge sukses melewati tiga pemain lawan di sisi kanan pertahanan Celtic sebelum masuk ke kotak penalti.
Tiba di dalam kotak penalti, pemain asal Norwegia tersebut melepaskan tembakan menyusur tanah via kaki kanan yang meluncur mulus ke pojok kiri bawah gawang Barkas. Milan unggul 3-2.
Tersentak gol Hauge, para pemain Celtic mencoba meningkatkan intensitas serangannya melalui sisi sayap, baik dari kiri maupun kanan dan sesekali lewat serangan balik cepat.
Memasuki menit ke-70, pertahanan Milan terus dikurung oleh para pemain Celtic yang mencoba mencari celah untuk mencetak gol.
Peluang akhirnya didapat Celtic pada menit ke-73 melalui tendangan bebas Ryan Christie.
Free-kick kaki kiri Christie, yang berada di depan kotak penalti Milan, mampu ditepis oleh Donnarumma yang melakukan penyelamatan dengan kedua tangan.
Bola tepisan Donnarumma menghasilkan sepak pojok bagi Celtic.
Upaya Milan menambah gol tercipta dari kaki Brahim Diaz pada menit ke-82.
Hauge, yang mencoba melewati dua pemain Celtic di dalam kotak penalti, segera menyodorkan umpan terobosan ke arah Brahim Diaz.
Diaz, yang sukses melepaskan diri dari kawalan bek Celtic, segera mencungkil bola dengan kaki kanannya untuk menempatkan si kulit bulat ke pojok kiri bawah gawang Barkas. Skor berubah menjadi 4-2 untuk Milan.
Hingga laga bubaran, skor 4-2 bagi Milan tidak berubah dan berkat kemenangan ini pasukan Stefano Pioli berhak melaju ke babak 32 besar untuk menemani Lille.
AC Milan 4-2 Celtic (Hakan Calhanoglu 24', Samu Castillejo 26', Jens Petter Hauge 50', Brahim Diaz 82'; Tom Rogic 7', Odsonne Edouard 14')
Susunan pemain AC Milan dan Celtic:
AC Milan (4-3-3): 99-Gianluigi Donnarumma; 5-Diogo Dalot, 24-Simon Kjaer (13-Alessio Romagnoli 11'), 46-Matteo Gabbia, 19-Theo Hernandez; 33-Rade Krunic (8-Sandro Tonali 46'), 79-Franck Kessie (4-Ismael Bennacer 61'), 10-Hakan Calhanoglu (21-Brahim Diaz 61'); 7-Samu Castillejo, 12-Ante Rebic (29-Lorenzo Colombo 83'), 15-Jens Petter Hauge
Pelatih: Stefano Pioli
Celtic (4-2-3-1): 1-Vasilios Barkas; 44-Hatem Abd Elhamed, 6-Nir Bitton, 35-Kristoffer Ajer, 93-Diego Laxalt; 42-Callum McGregor, 8-Scott Brown (12-Ismaila Soro 78'); 17-Ryan Christie (11-Klimala 86'), 18-Tom Rogic (21-Olivier Ntcham 67'), 30-Jeremie Frimpong; 22-Odsonne Edouard
Pelatih: Neil Lennon
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/pemain-depan-ac-milan-asal-norwegia-jens-petter-hauge.jpg)