Pilkada Kota Tangsel

Curhat ASN Tangsel Tak Adil, Muhamad Sebut Balihonya Dicopot Beda dengan Benyamin

Calon Wali Kota Tangsel nomor urut 1, Muhamad, mengangkat isu netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia curhat balihonya dicopot.

Youtube KPU Tangsel
Tangkapan gambar Paslon nomor 1, Muhamad - Rahayu Saraswati pada debat publik Pilkada tangsel, yang diunduh dari Youtube KPU Tangsel, Kamis (3/12/2020). Calon Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) nomor urut 1, Muhamad, mengangkat isu netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) saat bertanya kepada pasangan calon nomor urut 2, Siti Nur Azizah dan Ruhamaben. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN – Calon Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) nomor urut 1, Muhamad, mengangkat isu netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) saat bertanya kepada pasangan calon nomor urut 2, Siti Nur Azizah dan Ruhamaben.

Muhamad merasa dirinya tidak diperlakukan adil oleh ASN di Tangsel selama masa Pilkada ini.

Menurutnya, sejumlah kepala dinas, kepala badan, camat hingga lurah, dimobilisasi untuk mendukung pasangan calon tertentu.

“Saya merasa ada ketidakadilan, ada ketidaknyamanan terhadap ASN banyak dimobilisasi, kepala dinas, kepala badan, camat, lurah, itu banyak yang diintervensi untuk berbuat pada salah satu pasangan saja,” ujar Muhamad dalam acara debat publik Pilkada Tangsel putaran kedua yang disiarkan di Metro TV, Kamis (3/12/2020).

Muhamad juga mencurahkan keluhannya tentang perlakuan berbeda petugas Satpol PP dalam menertibkan baliho Pilkada.

Ia menyinggung baliho Calon Wali Kota nomor urut 3, Benyamin Davnie, yang seolah diistimewakan.

“Contoh gambar saya dicopot, seharusnya yang mencopot adalah bersama-sama dengan Bawaslu, tapi Bawaslu enggak ada, kok Satpol PP bisa mengambil. Kami tegur, oiya kami kelewat, balik lagi, copot lagi pasangan, paslon Pak Ben. Ini kan tidak adil," kata Muhamad.

Calon Wakil Wali Kota, Ruhamaben, menyepakati pernyataan Muhamad soal tindak tranduk ASN yang harus netral dan sesuai aturan.

“Saya kira kita sepakat ya, netralitas ASN itu sudah diatur ketentuannya,” ujar Ruhamaben.

Tangkapan gambar dari Youtube KPU Tangsel, bergambar Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan pada debat publik Pilkada Tangsel putaran kedua yang disiarkan di Metro TV, Kamis (3/12/2020).
Tangkapan gambar dari Youtube KPU Tangsel, bergambar Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan pada debat publik Pilkada Tangsel putaran kedua yang disiarkan di Metro TV, Kamis (3/12/2020). (Tangkapan gambar dari Youtube KPU Tangsel.)

Diketahui, debat kandidat putaran kedua ini mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Tangsel yang Sehat, Berkarakter, Maju dan Sejahtera”.

Seluruh materi yang menjadi pemantik adu program pada debat ini diramu oleh sejumlah pakar dari berbagai bidang, yakni Komaruddin Hidayat, Radhar Panca Dahana, Adrianus Meliala, Eka Purna Yudha dan Endang Sulastri.

Pilkada Tangsel menjadi ajang kontestasi tiga pasangan calon yang masing-masing sudah mendapat nomor urut.

Nomor 1 adalah pasangan Muhamad dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang diusung koalisi besar lima partai, PDIP, Gerindra, PSI, PAN dan Hanura, dan didukung partai non parlemen NasDem, Garuda dan Perindo.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved