Breaking News:

Soal Rencana Kenaikan Anggaran Pendapatan, DPRD DKI Jakarta Diimbau Arif dan Bijaksana

Kenaikan anggaran Rencana Kerja Tahunan (RKT) DPRD DKI Jakarta sebesar Rp 8 miliar per anggota pada 2021 menuai kritikan.

WARTA KOTA/AHMAD SABRAN
Gedung DPRD DKI Jakarta 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kenaikan anggaran Rencana Kerja Tahunan (RKT) DPRD DKI Jakarta sebesar Rp 8 miliar per anggota pada 2021 menuai kritikan.

Politisi dan Anggota DPR RI Fraksi PAN, Guspardi Gaus mengimbau DPRD DKI harus arif dan bijaksana terkait kenaikan anggaran di tengah pandemi tersebut.

Berdasarkan sumber dokumen yang diterima, RKT DPRD DKI Jakarta itu terbagi ke beberapa kategori pendapatan langsung, pendapatan tidak langsung, dan kegiatan.

Total anggaran yang diajukan untuk tahun 2021 mencapai Rp8.383.791.000 per anggota.

Dan Secara keseluruhan 106 anggota, maka anggota legislatif menghabiskan Rp888.681.846.000 dalam setahun hanya untuk kegiatan DPRD DKI.

Anggaran ini naik tinggi jika dibandingkan APBD DKI 2020, tahun ini anggaran belanja pegawai DPRD DKI Jakarta hanya Rp152.329.612.000 per tahun.

Poin yang mengalami kenaikan adalah gaji anggota dewan.

Pada tahun 2020, 101 anggota DPRD DKI Jakarta mendapatkan total gaji dan tunjangan sebesar Rp129 juta dipotong pajak penghasilan (PPh) Rp18 juta sehingga gaji bersih Rp111 juta.

Sedangkan dalam RKT DPRD DKI 2021, setiap anggota akan mendapatkan gaji bulanan Rp173.249.250 sebelum dipotong pajak penghasilan (PPh).

"Tentu kita mengimbau kepada DPRD DKI arif dan bijaksana dalam menyikapi apa yang dikritisi oleh masyarakat apa yang disinyalir untuk anggaran DPRD DKI, pendapatan dan pemasukannya itu," katanya saat dikonfirmasi, Sabtu (5/12/2020).

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved