Breaking News:

Jakarta Terapkan PSBB Transisi

Imbas Libur Panjang, Ada 410 Klaster Keluarga Dalam Sepekan, Anies Ancam Injek Rem Darurat

Menurutnya, penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 mayoritas disumbang oleh klaster keluarga.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi Virus Corona atau Covid-19 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui, penyebaran Covid-19 terus meroket setelah cuti bersama dan libur panjang akhir pekan pada akhir Oktober lalu.

Menurutnya, penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 mayoritas disumbang oleh klaster keluarga.

"Selama 23-29 November 2020, terdapat 410 klaster keluarga dengan total 4.052 kasus positif," ucapnya, Minggu (6/12/2020).

Anies menyebut, temuan kasus positif dari klaster keluarga ini menyumbang 47,1 persen dari seluruh total kasus positif yang ditemukan dalam positif yang sama.

Dengan demikian, sejak 4 Juni hingga 29 November 2020, total klaster keluarga berjumlah 5.662 dengan 53.163 kasus terkonfirmasi positif.

"Secara umum, kami semua melihat adanya tren kenaikan kasus aktif dan temuan kasus baru di Jakarta khususnya dari klaster keluarga," ujarnya.

Untuk itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan meminta seluruh masyarakat waspada dan disiplin dengan protokol kesehatan.

Bila tren kasus Covid-19 terus meroket selama PSBB masa transisi, Anies mengancam bakal menerapkan kebijakan rem darurat.

Bila kebijakan ini diambil, pengetatan protokol kesehatan bakal kembali diterapkan di DKI Jakarta.

"Kami mengingatkan bahwa terdapat kebijakan rem darurat bila indikator epidemiologis menunjukan wabah Covid-19 di DKI Jakarta semakin tidak terkendali," kata dia.

"Karena itu, kami berharap masyarakat terus disiplin menegakkan protokol kesehatan,” tambahnya menjelaskan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved