Prabowo Merasa Dikhianati, Rocky Gerung: Edhy Bukan Sekadar Anggota Gerindra, Punya Posisi Unik

Rocky Gerung menanggapi pernyataan Hashim Djojohadikusumo yang mengungkap kemarahan Prabowo Subianto yang merasa dikhianati Edhy Prabowo.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Erik Sinaga
Kompas/Kristianto Purnomo
Rocky Gerung tanggapi kemarahan Prabowo Subianto yang merasa dikhianati Edhy Prabowo. 

"Dari hal silat sampai urusan alumni dan sebagainya. Jadi terlihat Edhy menempati posisi unik, dia bukan sekadar anggota Gerindra dan punya sejarah lebih panjang dari Gerindra. Dianggap sebagai keluarga besar Djojohadikusumo," beber Rocky Gerung.

Lebih lanjut, kondisi unik ini membuat keluarga Prabowo Subianto maupun Prabowo sendiri bereaksi keras terhadap kabar Edhy Prabowo terciduk KPK.

Rocky Gerung tanggapi kemarahan Prabowo terhadap Edhy Prabowo
Rocky Gerung tanggapi kemarahan Prabowo terhadap Edhy Prabowo (YOUTUBE/ROCKY GERUNG OFFICIAL)

"Jadi ini soal psikologi yang melekat di diri Pak Prabowo, yang menganggap Edhy Prabowo itu bagian dari keseharian Prabowo. Jadi teguran itu bermakna seharusnya kenapa tak mendahulukan kepentingan Gerindra, jika memang mau korupsi ya seharusnya tak membuat gempar di awal-awal, namun dia mengekspresikan dengan cara meledak-meledak," ucap Rocky Gerung.

Rocky Gerung menilai, saat ini Hashim mengambil alih komunikasi politik dari Prabowo Subianto karena kemungkinan jika Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra yang berbicara maka ada meja yang bakal digebrak lagi.

Baca juga: Lambaikan Tangan Saat Munuju Ruang Pemeriksaan KPK, Begini Kronologi Penangkapan Mensos Juliari

"Karena dia adiknya jadi lebih paham psikologis dari Pak Prabowo. Saya kira itu dan saya tetap anggap terlambat karena spekulasi terhadap Gerindra itu sudah memburuk kemudian baru ada komentar resmi dari Prabowo melalui Pak Hashim," imbuh Rocky Gerung.

Konferensi pers Hashim Djojohadikusumo dan anaknya Rahayu Saraswati bersama kuasa hukumnya, Hotman Paris, di Jetski Cafe, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (4/12/2020).
Konferensi pers Hashim Djojohadikusumo dan anaknya Rahayu Saraswati bersama kuasa hukumnya, Hotman Paris, di Jetski Cafe, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (4/12/2020). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Baca juga: Jarang Terekspos, Intip 5 Gaya Kece Grace Batubara Istri Mensos Juliari P Batubara

Kemudian, Rocky Gerung menyatakan, dahulu ketika Edhy Prabowo pertama kali diumumkan sebagai Menteri KKP juga banyak orang yang berasumsi terkait kedekatannya dengan Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo keluar dari dalam kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019) sore. Perjalanan Panjang Prabowo Subianto Masuk Kabinet: 11 Tahun Oposisi, 3 Kali Gagal di Pilpres.
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo keluar dari dalam kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019) sore. Perjalanan Panjang Prabowo Subianto Masuk Kabinet: 11 Tahun Oposisi, 3 Kali Gagal di Pilpres. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Apakah ini keluarga dekat?atau punya hubungan erat terhadap Prabowo? Tetapi yang lebih penting sebetulnya bagaimana Gerindra menata ulang politiknya terhadap kader yang disebutkan dalam laporan KPK, terutama putri Pak Hashim," beber Rocky Gerung.

Baca juga: Jadi Tersangka KPK, Mensos Juliari P Batubara Hanya Punya Satu Mobil Mewah dan Utang Rp17 M

Rocky menilai, kejengkelan Prabowo maupun keluarga Djojohadikusumo menjadi sempurna lantaran terseretnya nama putri Hashim Djojohadikusumo, Rahayu Saraswati.

"Secara profesional saya tahu Sara itu pintar dan tajam menganalisis masalah. Jadi sayang sekali dia terganjal dengan isu ini. Ini juga yang mungkin menyebabkan kejengkelan Prabowo atau keluarga Djojohadikusumo menjadi sempurna terhadap Edhy Prabowo. Jadi bagian ini yang harus dilihat orang, mengapa Prabowo terlambat mengucapkan kejengkelannya dan kalkulasi politik sudah terlebih dahulu ada," aku Rocky Gerung.

SIMAK VIDEONYA:

Hashim Curiga Ada Motif Politik

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo memberi peringatan kepada semua kader Partai Gerindra untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum.

Hashim berjanji akan mengawasi perilaku dan gerak-gerik kader Gerindra se-Indonesia, terutama setelah kejadian penangkapan eks Menteri KKP Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Ini saya bertekad, terus terang saja. Kalau ada kader-kader Gerindra yang menonton ini, saya bertekad mengawasi kalian semua. Kalian semua akan saya awasi, perilaku ya, perbuatan-perbuatan. Saya Hashim akan awasi semua kader-kader di Indonesia," kata Hashim dalam konferensi pers di Cafe Jetski, Pluit, Jakarta Utara, Jumat (4/12/2020).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved