Breaking News:

Hanya dengan Modal Rp 50.000, Masyarakat Kini Sudah Bisa Berinvestasi

Untungnya, pemulihan pada instrumen investasi sudah mulai terlihat memasuki kuartal keempat 2020.

ISTIMEWA
Ilustasi Bitocto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 yang telah melanda Indonesia dan memicu adanya lockdown, atau lebih dikenal dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), menyebabkan penurunan signifikan pada berbagai sektor perekonomian, termasuk instrumen investasi dan pelindung nilai pada pertengahan Maret 2020.

Untungnya, pemulihan pada instrumen investasi sudah mulai terlihat memasuki kuartal keempat 2020.

Salah satunya adalah Bitcoin, instrumen investasi baru yang tergolong komoditi di Indonesia yang mengalami pemulihan hingga 386 persen per awal Desember 2020.

Di mana saat Maret 2020 Bitcoin jatuh ke Rp 58 juta dan saat ini telah pulih hingga mencapai Rp 282 juta.

Diikuti juga dengan pemulihan instrumen investasi pendahulu yang cukup digemari rakyat Indonesia.

Ada emas Antam dengan pemulihan 17.5 persen dari Rp 810 ribu ke Rp 952 ribu per gramnya di bulan Desember 2020.

Ada juga Indeks Saham Gabungan (IHSG) dengan pemulihan 47.65% dari Rp 3,937 per lot ke Rp 5,813 per lotnya saat ini.

Milken Jonathan, pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Bitocto, menjelaskan hingga saat ini, pemulihan yang signifikan pada Bitcoin belum tersaingi oleh instrumen investasi lainnya.

"Dalam pertumbuhannya, registrasi nasabah baru serta jumlah transaksi Bitocto sendiri secara eksponensial mulai meningkat," ujarnya.

Mulai meningkatnya kesadaran dan kelaziman masyarakat Indonesia akan Bitcoin dan aset kripto lainnya, serta adanya dukungan pemerintah untuk mengawasi dan meregulasi, melalui BAPPEBTI dan KOMINFO, juga membantu industri blockchain dan cryptocurrency di Indonesia berkembang lebih maksimal.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved