Breaking News:

Pilkada Kota Tangsel

TNI-Polri Kerahkan 2.350 Personel Jaga Pemungutan Suara Pilkada Tangsel, Ada TPS Sangat Rawan

Sebanyak 2.350 aparat gabungan TNI dan Polri akan menjaga jalannya pemungutan suara Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu (9/12/2020).

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Wakapolres Tangsel, Kompol Stephanus Luckyto, di Mapolres Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong, Senin (29/6/2020). Sebanyak 2.350 aparat gabungan TNI dan Polri akan menjaga jalannya pemungutan suara Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu (9/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Sebanyak 2.350 aparat gabungan TNI dan Polri akan menjaga jalannya pemungutan suara Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu (9/12/2020) mendatang. 

Seluruhnya sudah dipersiapkan pada apel yang digelar pagi ini, Senin (7/12/2020) di ICE BSD.

Wakapolres Tangsel, Kompol Stephanus Luckyto, mengatakan, 2.350 aparat tersebut terbagi atas 1.700 polisi dan 600 dari TNI.

"Jadi untuk pengamanan TPS di tanggal 9 kami sudah menyiapkan kurang lebih 1.700 personel dari kepolisan baik dari organik Polres maupun BKO Polda Metro Jaya. Ditambah nanti ada perbantuan TNI kurang lebih 650," ujar Luckyto di Mapolres Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong.

Luckyto memaparkan, pasukan gabungan itu akan disebar ke 2.963 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan jumlah yang berbeda.

Pihaknya sudah memetakan TPS berdasarkan tingkat kerawanannya.

"Kembali lagi terkait pengamanan TPS kami membuat klasifikasi terhadap TPS yang aman, rawan dan sangat rawan, kita punya perlakuan khusus terhadap TPS-TPS tersebut ya khususnya terkait perkuatan personel keamanan di sana," jelasnya. 

Wakapolres Tangsel, Kompol Stephanus Luckyto, di Mapolres Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong, Senin (7/12/2020).
Wakapolres Tangsel, Kompol Stephanus Luckyto, di Mapolres Tangsel, Jalan Raya Promoter, Serpong, Senin (7/12/2020). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Tingkat kerawanan TPS ditentukan berdasarkan sejumlah parameter, termasuk terkait kerawanan kerumunan mengingat wabah Covid-19 masih mengintai.

"Saya sampaikan tadi rawan ini banyak parameternya salah satu kamtibmas, salah dua adalah zona merah covid karena ini menjadi perhatian khusus yang tadi telah disampaikan Kapolres, jadi TPS yang ada di zona merah yang jelas kami akan menyiapkan tim pemburu covid-19," jelasnya. 

Baca juga: Sekretaris Umum FPI Munarman: Innalillahi wa Innailaihi Rajiun atas Syahidnya 6 Laskar Kami

TPS dengan kategori aman akan dijaga lebih sedikit personel gabungan, sedangkan kategori sangat rawan akan dijaga lebih banyak.

"Jadi satu TPS dijaga oleh dua, enam, sampai 12 personel tergantung tingkat kerawanan," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved