Breaking News:

Pilkada Kota Depok

Hasil Pilkada Kota Depok: Pradi Supriatna Unggul Telak di TPS Kediamannya, Kumpulkan 138 Suara

Calon Wali Kota Depok nomor urut 01 unggul telak di tempat pemungutan suara (TPS) 15. pasangan nomor urut 01 Pradi-Afifah mendulang 138 suara.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Hasil penghitungan di TPS 15, Kukusan, Beji, tempat calon Wali Kota Depok nomor urut 01, Pradi Supriatna, menggunakan hak pilihnya di Pilkada Kota Depok 2020, Rabu (9/12/2020). Calon Wali Kota Depok nomor urut 01 unggul telak di tempat pemungutan suara (TPS) 15. pasangan nomor urut 01 Pradi-Afifah mendulang 138 suara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI – Calon Wali Kota Depok nomor urut 01 unggul telak di tempat pemungutan suara (TPS) 15.

Di TPS ini juga, pagi tadi Pradi Supriatna menggunakan hak pilihnya bersama dengan keluarga besarnya.

Kepala TPS 15 Komarudin, mengatakan, pasangan nomor urut 01 Pradi-Afifah mendulang 138 suara.

Sementara itu pasangan calon yang menjadi rivalnya, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono, memperoleh 36 suara.

“Pasangan calon nomor urut 01 memperoleh 138 suara, dan pasangan calon nomor urut 02 memperoleh 36 suara,” kata Komarudin di Jalan Mani Nomin, Kukusan Beji, Kota Depok, Rabu (9/12/2020).

Hasil penghitungan di TPS 15, Kukusan, Beji, tempat calon Wali Kota Depok nomor urut 01, Pradi Supriatna, menggunakan hak pilihnya di Pilkada Kota Depok 2020, Rabu (9/12/2020).
Hasil penghitungan di TPS 15, Kukusan, Beji, tempat calon Wali Kota Depok nomor urut 01, Pradi Supriatna, menggunakan hak pilihnya di Pilkada Kota Depok 2020, Rabu (9/12/2020). (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Lebih rinci, Komarudin mengungkapkan total ada 260 surat suara yang didistribusikan di TPS 15, dengan daftar pemilih tetap (DPT) berjumlah 253 orang dengan catatan satu orang meninggal dunia.

“Total surat suara terpakai 177 suara dan tujuh cadangan, tidak sah tiga suara, dan sisa surat suara sebanyak 83 lembar,” bebernya.

Baca juga: Hasil Pilkada Kota Tangsel, Siti Nur Azizah-Ruhamaben Menang di TPS Tempat Mencoblos

Komarudin mengaku, untuk warga yang tidak menggunakan hak pilihnya (golput), kemungkinan disebabkan oleh sejumlah faktor.

“Untuk yang golput kemungkinan ya mungkin satu cuaca, atau mungkin karena kan mungkin pandemi Covid-19. Beda dengan tahun-tahun kemarin  mungkin ada kekhawatiran,  itu saja sih,” pungkasnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved