Breaking News:

Tutup Laju Air, Lumpur dari Saluran Air Jalan Bendungan Melayu Selatan Dibersihkan

Kelurahan Tugu Selatan membersihkan saluran air di Jalan Bendungan Melayu Selatan, Koja, Jakarta Utara.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Dok. Kelurahan Tugu Selatan
Kelurahan Tugu Selatan membersihkan saluran air di Jalan Bendungan Melayu Selatan, Koja, Jakarta Utara, dari lumpur dan sisa bahan coran atau deker, Rabu (9/12/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Kelurahan Tugu Selatan membersihkan saluran air di Jalan Bendungan Melayu Selatan, Koja, Jakarta Utara.

Kegiatan ini sebagai antisipasi terjadinya genangan air serta untuk memperlancar aliran di saluran tersebut.

Dalam prosesnya, petugas membersihkan lumpur serta deker atau sisa bahan coran dari saluran tersebut.

Total ada 100 karung berisi lumpur serta deker yang dikumpulkan petugas dari pembersihan saluran air ini.

"Sebagai antisipasi terjadinya genangan, kami bersihkan saluran air di Jalan Bendungan Melayu Selatan," kata Lurah Tugu Selatan Sukarmin, Rabu (9/12/2020).

Dalam proses pembersihan saluran air petugas sempat mengalami kendala.

Pasalnya, tumpukan deker menutupi saluran air di Jalan Bendungan Melayu.

Sukarmin menuturkan, deker dibongkar lantaran membuat kondisi saluran air kumuh karena bercampur lumpur.

Hal tersebut juga menyebabkan bau tidak sedap dan air tak bisa mengalir lancar.

"Petugas sempat kesulitan karena adanya deker bertumpuk yang dibangun di atas saluran air. Semua itu kami bongkar, karena keberadaannya membuat kumuh, air tidak bergerak, dan bau lingkungan," jelas Sukarmin.

Baca juga: Kawasan Kumuh Hanya Berjarak 2 Km dari Istana, Ketua DPRD Minta Ini Kepada Minta Cawalkot Jakpus

Baca juga: Gunakan Karung, Tunawisma Terekam CCTV Mencuri di Minimarket

Setelah pembersihan, Sukarmin mengimbau warga Tugu Selatan, khususnya mereka yang tinggal di Jalan Bendungan Melayu, agar mau membangun kesadarannya dalam menjaga lingkungan tempat tinggalnya.

"Bukan hanya kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya saja yang harus diperhatikan. Temuan pembangunan deker bertumpuk seperti ini juga jangan sampai dilakukan lagi," kata Sukarmin.

"Jangan hanya mencari praktisnya saja, tapi aspek lingkungan seperti laju air juga harus diperhatikan dalam pembangunan," tegasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved