Kabar Artis
Lantang Sebut Baby Blues Tak Ada, Ayu Ting Ting: Itu Kayaknya Orang yang Belum Siap Punya Anak
Pedangdut Ayu Ting Ting dengan lantang menyebut di matanya syndrome baby blues tidak ada.
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Muji Lestari
TRIBUNJAKARTA.COM -Pedangdut Ayu Ting Ting dengan lantang menyebut di matanya syndrome baby blues tidak ada.
Pernyataan kontroversial tersebut dikeluarkan Ayu Ting Ting saat diwawancara sejumlah awak media, pada Rabu (9/12/2020) di sekitar kediamannya, di Depok, Jawa Barat.
TONTON JUGA
Mulanya salah satu pewarta bertanya kepada Ayu Ting Ting, terkait proses persalinan Zaskia Gotik.
"Mbak Ayu Zaskia Gotik curhat enggak sih mengalami baby blues apa enggak?" tanya pewarta.
Tak menjawab pertanyaan sesuai dengan konteks, Ayu Ting Ting justru dengan tegas mengatakan menurutnya baby blues hanya isapan jempol belaka.
"Buat saya enggak ada baby blues, baby blues itu," kata Ayu Ting Ting sambil sibuk membenarkan rambut.
Penelusuran TribunJakarta.com baby blues merupakan gangguan suasana hati yang dialami oleh ibu setelah melahirkan.
Baca juga: Ngobrol Mendalam dengan Ayah Faiz Pengikut Habib Rizieq yang Tewas, Fadli Zon: Keluarganya Tabah
TONTON JUGA
Kondisi ini menyebabkan ibu mudah sedih, lelah, lekas marah, menangis tanpa alasan yang jelas, mudah gelisah, dan sulit untuk berkonsentrasi.
Berdasarkan penelitian sekitar 80 persen wanita yang baru melahirkan mengalami baby blues.
Namun menurut Ayu Ting Ting yang tak paham defisini baby blues itu sendiri, mengatakan sydrome yang dapat berbahaya bila dibiarkan itu baru ada zaman sekarang.
Baca juga: Kesal Selalu Dipaksa Hubungan Sesama Jenis, Pemuda Kalap Mutilasi Pegawai Minimarket di Bekasi
"Zaman sekarang aja ada itu keluar baby blues," ucap Ayu Ting Ting.
"Saya juga enggak ngerti itu apaan," imbuhnya enteng sambil tertawa.
Ayu Ting Ting mengatakan seorang perempuan yang baru melahirkan harus bisa mengendalikan emosi dan bertanggung jawab penuh untuk mengurus bayinya.
Padahal dilansir dari alodokter setelah melahirkan, terjadi perubahan kadar hormon yang cukup drastis.
Baca juga: Motif Remaja Mutilasi Pria di Bekasi Kesal Dipaksa Berhubungan Sejenis, Tetangga: Tiap Minggu Nginep
Hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh akan menurun.
Hal ini dapat menyebabkan perubahan kimia di otak dan memicu terjadinya perubahan suasana hati (mood swing)
"Yang namanya ngurus anak ya enggak ada mood-moodan, emang sudah tanggung jawabnya," kata Ayu Ting Ting.
Di mata Ayu Ting Ting seseorang yang mengalami baby blues menandakan mereka belum siap untuk memiliki anak.
"Buat saya yang baby blues baby blues itu kayanya orang yang belum siap punya anak," tegas Ayu Ting Ting.
Bayi 3 Bulan Ditusuk Ibunya di Bandung, Apa Sebenarnya Baby Blues Syndrome?
Kejadian naas terjadi di Jalan Delta Kelurahan Cigadung Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung.
Seorang ibu tega menusuk anak kandungnya yang masih bayi berusia 3 bulan hingga tewas.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu (1/9/2019) petang.
"Betul telah terjadi dugaan pembunuhan terhadap anak kandung sendiri yang masih bayi berusia tiga bulan," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema di Mapolsek Cibeunying Kaler, Jalan Cikutra.
• Sudin Sumber Daya Air Jakarta Pusat Bangun IPAL Komunal di RPTRA Mardani
• BMKG Prediksi Cuaca di Jakarta Cerah Berawan, Hari Ini Senin (1/9/2019)
• Ingin Ambil Kail, Pemancing Tenggelam Kelelahan Berenang di Pantai Mauk
Sang ibu yang berada di rumah, nekat menusukan pisau dapur ke tubuh bayi berusia tiga bulan itu.
"Iya, saat ini sudah diamankan dan sedang diperiksa untuk kepentingan penyidikan. Ibunya berinisial Fm (28)," ujar Kapolrestabes.
Sementara untuk motif pembunuhan, polisi masih menyelidikinya.
Namun dugaan awal, sang ibu yang baru melahirkan anak pertamanya itu mengalami baby blues syndrome.

Lantas, apa itu baby blues syndrome dan bagaimana cara mengatasinya?
Dilansir dari TribunJatim.com, Natalia dari Biro Psikologi Talenta Jambi menjelaskan, baby blues merupakan kondisi perubahan emosi yang dialami oleh ibu setelah melahirkan bayi karena melahirkan adalah proses yang panjang dan rentan terhadap stres.
“Kata kuncinya ada di perubahan. Perubahan yang sifatnya homonal bahkan hinga ke bentuk badan. Perubahan hormon inilah yang paling berdampak besar pengaruhnya. 50 persen dari ibu hamil dan melahirkan mengalami hal itu,” ungkapnya.
Kondisi ini bisa terjadi bahkan di kehamilan kedua dan keberapapun, karena sifatnya hormon bisa terjadi perubaha emosi yang drastis.
• Bayi 3 Bulan Dibunuh Ibu Kandungannya di Bandung, Dugaan Sementara Akibat Baby Blues Syndrom
• Ibu Rumah Tangga Sebar Hoax Santet Lewat WA, Korban Tertipu Rp 52 Juta
Lama dari seorang ibu mengalami baby blues adalah sekitar 14 hari, dan yang paling parah terjadi saat hari ketiga atau keempat setelah melahirkan.
Selama 14 hari ini bukan berarti secara terus menerus mengalami perubahan emosi secara drastis namun bisa terjadi secara acak.
Menurut Natalia, ada cara yang dapat dilakukan untuk menghindari Baby Blues Syndrom pada perempuan yang baru melahirkan.
Salah satunya dengan relaksasi.

“Cara mengatasinya paling mudah adalah relaksasi. Biasanya hal ini diajarkan di kelas persiapan melahirkan. Kita juga bisa berusaha mengatur pikiran kita bahwa kondisi ini sifatnya hormonal, pasti berlalu, tidak akan selamanya seperti ini,” jelasnya.
Hal-hal menyenangkan juga bisa dilakukan pasca melahirkan misalnya shoping online karena belum bisa keluar rumah.
Yang paling penting adalah dukungan suami dan keluarga besar dengan memaklumi kondisinya bukan justru menghakimi karena baby blues merupakan sesuatu yang sifatnya alami.
“Itu bisa reda dengan sendirinya atau butuh bantuan orang lain, tergantung pada kondisi hormonnya. Ibu juga harus menyadari bahwa dirinya sedang mengalami baby blues,” ungkapnya.
Sedangkan melansir dari sumber lain, cara mengatasi syndrom ini bisa dengan persiapan mental.
Dikutip TribunJabar.com dari Halodoc.com, berikut adalah gejala, dan ciri-ciri baby bules syndrome:
Follow juga:
Gejala dan ciri-ciri Baby Blues Syndrome
Baby blues syndrome pada ibu muncul dengan gejala dan ciri-ciri sebagai berikut :
- Muncul rasa sedih yang menyebabkan ibu menangis dan merasa depresi;
- Emosi labil, sehingga mudah marah dan muncul rasa takut yang tidak beralasan;
- Merasa kelelahan, sulit tidur, dan sering sakit kepala;
- Merasa kurang pencaya diri dan muncul kecemasan.
Munculnya baby blues syndrome memang umum terjadi usai ibu melahirkan, namun jika kondisi tersebut dibiarkan, akan memberikan efek negatif bagi ibu dan anak.
Cara mengatasi:
1. Lakukan persiapan fisik, mental, dan materil jelang persalinan

Melakukan persiapan melahirkan mulai dari fisik, mental, dan materil pada ibu.
Jika ibu siap dengan kehadiran buah hati, maka rasa cemas saat buah hati lahir tidak akan membuat ibu merasa tertekan, justru akan merasa bahagia.
2. Persiapan merawat bayi sebelum melahirkan

Sebaiknya ibu mencari banyak informasi seputar persalinan agar tidak kaget saat mulai merawat si kecil.
Bicarakan dengan dokter mengenai tata cara merawat buah hati, sekaligus bagaimana cara menjaga kesehatannya.
Ketika ibu sudah mengetahui dan siap merawat si kecil, maka baby blues syndrome dapat dihindari.
3. Berbagi beban bersama pasangan

Berbagi beban bersama pasangan adalah cara terbaik untuk menghindari baby blues syndrome.
Bicarakan seputar bagaimana merawat si kecil serta berbagi tanggung jawab bersama pasangan.
Hal tersebut dapat meringankan beban ibu, baik secara fisik maupun secara psikis.
4. Berbagi pengalaman dengan ibu-ibu lain

Berbagi pengalaman dan informasi tentang merawat si kecil tentu sangat penting bagi ibu.
Hal tersebut dapat ibu lakukan melalui komunitas online maupun dengan sahabat yang juga seorang ibu.
5. Perhatikan pola makan dan istirahat

Memperhatikan pola makan dan istiragat tentunya sangat penting bagi ibu.
Menghadapi kehidupan baru dengan munculnya si kecil tentunya akan mengubah pada kegiatan ibu yang lebih padat.
Pola makan dan istirahat cukup merupakan kebutuhan penting bagi ibu agar kondisi tubuh selalu sehat.
6. Selalu berfikir positif
Berusaha untuk selalu berfikir positif adalah kunci utama terhindar baby blues syndrome.
Untuk itu, jangan sampai seorang wanita hamil dan pasca melahirkan merasa sedih hingga berfikir negatif yang akan memicu depresi.
(TribunJakarta.com/ TribunJambi.com/ TribunJabar.id)