Breaking News:

Disdik DKI Serahkan Rekomendasi Sanksi Bagi Oknum Guru Pelaku Ujaran SARA ke BKD

Disdik memberikan rekomendasi sanksi terkait tindakan SARA TS dan selanjutnya ditentukan oleh BKD DKI Jakarta.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Istimewa
Pelajar Bhineka Tunggal Ika membuat laporan atas kasus percakapan rasis yang dilakukan oknum guu SMA 58 ke Polres Metro Jakarta Timur, Senin (2/11/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Dinas Pendidikan DKI Jakarta rampung memeriksa TS, oknum guru SMAN di Jakarta Timur yang melakukan ujaran suku, ras, agama, antargolongan (SARA).

Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdik DKI Jakarta, Didih Hartaya mengatakan pihaknya sudah menyerahkan rekomendasi hasil pemeriksaan TS.

"Rekomendasi hasil pemeriksaan sudah dikirim ke BKD (Badan Kepegawaian Daerah)," kata Didih saat dikonfirmasi di Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (11/12/2020).

Tapi dia tak merinci rekomendasi sanksi apa yang disampaikan ke setelah pihaknya melakukan penyelidikan sejak Oktober 2020 saat kasus mencuat.

Didih hanya menuturkan Disdik sudah memberikan rekomendasi sanksi terkait tindakan SARA TS dan selanjutnya ditentukan oleh BKD DKI Jakarta.

Serta pemeriksaan hingga penentuan rekomendasi sanksi mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

"Sudah dikirim ke BKD," ujarnya.

Sebelumnya, dalam satu grup WhatsApp SMAN tempatnya mengajar TS meminta para murid agar tidak memilih calon ketua OSIS yang bukan beragama tertentu.

TS juga menuliskan "Mohon doa dan dukungannya untuk Paslon 3. Mohon doa dan dukungannya untuk Paslon 3. Awas Rohis jangan ada yang jadi pengkhianat ya,".

Akibat ujaran tersebut TS dilaporkan satu muridnya ke Satreskrim Polrestro Jakarta Timur, laporan tersebut pun diterima dan kini dalam tahap penyelidikan.

Baca juga: Jokowi Bakal Datangkan 45 Juta Dosis Bahan Baku Curah Vaksin Covid-19 Hingga Januari 2021

Baca juga: Dinas Pendidikan DKI Masih Godok Sanksi Oknum Guru SMA Diduga Rasial Terkait Pemilihan Ketua OSIS

Baca juga: Oknum Guru Rasial Terkait Pemilihan Ketua OSIS Mengakui Perbuatannya

TS disangkakan Pasal 28 ayat 2 UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) no 11 tahun 2008, lalu pasal 156 dan 157 KUHP.

TribunJakarta.com telah berupaya mengonfirmasi perkembangan kasus ke Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur AKBP Imron Ermawan.

Tapi hingga berita ditulis upaya konfirmasi yang dilakukan kepada orang nomor satu di Satreskrim Polrestro Jakarta Timur terkait kasus TS urung berhasil.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved