Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Evakuasi Pasien Covid-19 Cenderung Tinggi di Hari Senin, Begini Penjelasan Puskesmas Ciracas

Meski dalam sehari jumlah pasien yang dievakuasi ke RSKD Duren Sawit, RSDC Wisma Atlet, hotel rujukan maupun Graha Wisata TMII selalu fluktuatif

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Erik Sinaga
Freepik via Tribunnews.com
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Jumlah evakuasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Puskesmas Kecamatan Ciracas kerap tinggi di awal pekan.

Dalam seminggu terakhir, jumlah pasien positif Covid-19 di wilayah Ciracas, Jakarta Timur terbilang masih tinggi.

Meski dalam sehari jumlah pasien yang dievakuasi ke RSKD Duren Sawit, RSDC Wisma Atlet, hotel rujukan maupun Graha Wisata TMII selalu fluktuatif, namun jumlahnya mencapai puluhan orang.

Kasatpol UKM Puskesmas Kecamatan Ciracas, dr Yuni Astuti mengatakan jumlah pasien yang evakuasi selalu tinggi di hari Senin.

Pasalnya, di hari Minggu tak ada evakuasi pasien Covid-19 ke sejumlah tempat isolasi mandiri yang difasilitasi oleh pemerintah.

"Ada yang sebelumnya banyak lagi. Di hari Senin (7/12/2020) itu sekitar 69 pasien. Nah itu karena memang kalau hari Minggu itu kan kita tidak memberangkat kan pasien. Jadi itu kumpulan dari beberapa hari yang tertunda keberangkatannya. Sehingga kqlau di hari Senin memang cenderung naik, karena hari Minggu itu kan kita tidak memberangkatkan," jelasnya di Jakarta Timur, Jumat (11/12/2020).

Sejauh ini, kasus positif Covid-19 di wilayah Ciracas masih didominasi oleh klaster keluarga.

Oleh sebab itu, Puskesmas Kecamatan Ciracas terus melakukan tracing pada keluarga maupun individu yang melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.

Baca juga: KPU Depok Klaim Partisipasi Pemilih Pilkada Tahun Ini Lebih dari 60 Persen

Baca juga: Kalah Prioritas Dibanding WC, Ribuan Kelas Tak Layak di Kabupaten Bekasi Baru Diperbaiki Tahun 2021

Baca juga: Hilang 4 Hari, Bocah 8 Tahun Ditemukan di Pasar Induk Kramat Jati

"Kebanyakan dari klaster keluarga, yaitu jadi misalnya ada seorang yang sakit atau menunjukkan gejala covid kemudian berobat ke puskesmas kita sudah positif baru kita lakukan tracing. Setelah tracing keluarga dan orang-orang berkontak dengan yang konfirmasi positif tersebut," pungkasnya.

Pihak Puskesmas Kelurahan/Kecamatan terus melakukan imbauan kepada masyarakat agar tetap dan terus menerapkan protokol kesehatan.
Terutama 3M, yakni mengenakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved